Share

Pengacara: Bharada E Adu Tembak dengan Brigadir J Satu Lawan Satu

Muhammad Farhan, MNC Portal · Kamis 04 Agustus 2022 20:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 337 2642255 pengacara-bharada-e-adu-tembak-dengan-brigadir-j-satu-lawan-satu-ypG6ZzZqsy.jpg Bharada E saat diperiksa Komnas HAM (Foto: MNC Portal)

JAKARTA - Kuasa hukum Bharada E alias Richard Eliezer, Andreas Nahot Silitonga menjelaskan tuduhan pemberatan yakni pasal 55 KUHP terkait dugaan adanya persekongkolan kliennya dalam penembakan Brigadir J itu tidak tepat.

Dia menegaskan bahwa Bharada E mengaku melakukan adu tembak dengan Brigadir J satu lawan satu.

Andreas menyampaikan tuduhan kerja sama yang disematkan pada kliennya itu membingungkan. Pasalnya, Bharada E mengaku menembak Brigadir J karena ingin membela diri.

"Kalau yang disampaikan klien kami, itu semua dilakukan sendiri, satu lawan satu. Jadi kalau misalnya kita bicara pasal 55, berarti itu ada penyertaan. Ada orang lain yang melakukan bersama-sama dengan dia dan memiliki niat yang sama. Jadi saya bingung sebenarnya, orang siapa yang dimaksud, kejadian itu murni dilakukan 1 lawan 1," ucap Andreas kepada wartawan saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Kamis (4/8/2022).

Menurut Andreas, pandangan Polri yang menafikan upaya pembelaan diri Bharada E tersebut belum dapat dipastikan. Sehingga, ia merasa penetapan tersangka Bharada E terlalu dini.

Baca juga: LPSK: Bharada E Hanya Sopir Irjen Ferdy Sambo

"Ya itu pandangan mereka ya, cuma yang disampaikan oleh klien kami, jelas penembakan itu dilakukan oleh korban terlebih dahulu, Sehingga kemudian, ya sifatnya adalah untuk membela diri sehingga dia menembakkan juga. kami juga menyayangkan kenapa sekarang penetapan tersangkanya. Kami rasa ini terlalu dini," tutur Andreas.

Baca juga: Bharada E Dijerat Pasal Pembunuhan, Penetapan Tersangka Sebelum Pemeriksaan Selesai Dipertanyakan

"Kenapa terlalu dini, satu hal juga seperti kita ketahui tim forensik belum selesai memberikan hasil autopsinya. Sehingga kami juga dan saksi-saksi juga masih diperiksa, gitu, seperti hari ini juga," lanjut Andreas.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Sebelumnya, Andreas juga menyayangkan penetapan tersangka pada kliennya jatuh saat proses pemeriksaan masih berjalan. Menurutnya, prosedur pemeriksaan pada Bharada E baru selesai setelah penetapan tersangka yang dilakukan pada Rabu malam kemarin 3 Agustus 2022 sekira pukul 22.00 WIB.

Ia menegaskan bahwa Bharada E sudah kooperatif dengan pihak penyidik. "Nah yang sangat kami sayangkan memang prosedurnya, sebenarnya kami sangat menerapkan semua prosedur sesuai dengan KUHAP itu dijalankan. Cuma ternyata sebagaimana yang kemarin mendampingi langsung itu, pemeriksaan klien kami sebagai saksi baru selesai di tanggal empat tepatnya jam satu lewat dua menit," ujar Andreas kepada wartawan, Kamis (4/8/2022).

Untuk itu, Andreas mempertanyakan keputusan penetapan tersangka yang tidak sesuai dengan prosedurnya tersebut. Karena pemeriksaan di awal, lanjut Andreas, status Bharada E masih sebagai saksi.

"Jadi kami pertanyakan bagaimana seseorang yang belum selesai diperiksa sebagai saksi, tapi tersangka," katanya.

Baca juga: Bharada E Ditetapkan Tersangka, Komnas HAM: Sejalan dengan Temuan Kami

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini