Share

Mutasi Polisi Hambat Olah TKP Brigadir J, Kapolri: Kita Dalami Apakah Pidana atau Kode Etik

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 04 Agustus 2022 19:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 337 2642248 mutasi-polisi-hambat-olah-tkp-brigadir-j-kapolri-kita-dalami-apakah-pidana-atau-kode-etik-4d6f0Xkc1k.jpg Kapolri Jenderal Listyo Sigit (foto: Polri)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bakal mengeluarkan telegram mutasi terhadap personel kepolisian yang telah menghambat olah TKP penembakan Brigadir J.

Diketahui, tim Inspektorat Khusus (Irsus) telah memeriksa 25 personel kepolisian terkait dengan kasus penembakan Brigadir J. Mereka diduga tidak profesional sehingga menghambat olah TKP penembakan Brigadir J.

"Dan malam hari ini saya akan keluarkan TR khusus untuk memutasi," kata Sigit dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2022).

Sigit berharap, dengan adanya sikap tegas tersebut, proses penyidikan kasus penembakan Brigadir J oleh Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam, Duren Tiga, Jakarta Selatan bisa semakin terang benderang.

"Dan tentunya harapan saya proses penanganan tindak pidana terkait meninggalnya Brigadir Yosua ke depan akan berjalan baik dan saya yakin timsus akan bekerja keras dan kemudian menjelaskan kepada masyarakat dan membuat terang peristiwa yang terjadi," ujar Sigit.

Baca juga: Kematian Brigadir J, Kapolri Ungkap Ada 4 Polisi yang Diisolasi ke Tempat Khusus

Sigit juga mengungkapkan bahwa ada empat personel kepolisian yang sedang diisolasi atau ditempatkan khusus terkait kasus penembakan Brigadir J.

Ada 4 orang ditempatkan ke tempat khusus," kata Sigit dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2022).

Baca juga: Usut Penembakan Brigadir J, Kapolri: Siapa pun yang Terlibat Akan Ditindak Tegas

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Menurut Sigit, proses isolasi keempat polisi tersebut dilakukan untuk mendalami pelanggaran kode etik atau pidana.

"Kami sedang dalami apakah mengarah ke pidana atau kode etik," ujar Sigit.

Sigit menyebut, dari 25 orang tersebut, diantaranya adalah tiga orang jenderal bintang satu atau Brigjen. Selain itu, ada juga polisi berpangkat lainnya.

"Kita telah mmeriksa 3 personel pati bintang 1, Kombes 5 personel, AKBP 3 personel, Kompol 2 personel, Pama 7 personel, Bintara dan Tamtama 5 personel," tutup Sigit.

Baca juga: Kapolri: Irsus Periksa 3 Brigjen Diduga Hambat Olah TKP Brigadir J

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini