Share

Sederet Kasus Besar yang Pernah Dibongkar Irjen Ferdy Sambo

Tim Okezone, Okezone · Kamis 04 Agustus 2022 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 337 2642039 sederet-kasus-besar-yang-pernah-dibongkar-irjen-ferdy-sambo-172M3GJy7G.jpg Irjen Ferdy Sambo (Foto: Propam Polri)

JAKARTA - Irjen Pol Ferdy Sambo tengah menjadi sorotan publik setelah adanya peristiwa baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E di kediamannya.

Namun demikian, Sambo dikenal sebagai perwira bhayangkara yang memiliki segudang prestasi sehingga Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menunjuknya sebagai Kadiv Propam Polri sebelum akhirnya dinonaktifkan akibat adanya pristiwa baku tembak antarajudannya tersebut.

Ferdy Sambo merupakan lulusan Akpol 1994. Dia sempat menjabat Kasatreskrim Polres Jakbar pada 2010 silam hingga ditunjuk sebagai Kapolres Purbalingga pada 2013-2014 silam.

Kariernya terus melejit hingga ditarik ke Polda Metro Jaya dengan jabatan Wadirkirmum pada 2015 silam. Setahun kemudian Sambo sudah menjabat Dirtipidum Mabes Polri. Artinya, saat itu Sambo sudah berpangkat Brigjen Pol hingga akhirnya menjabat Kadiv Propam pada 2020.

Baca juga: Viral! Video Ferdy Sambo saat Jadi Anak Buah Krishna Murti, Kini Pangkatnya Lebih Tinggi

Berikut sederet kasus besar yang pernah dipecahkan Ferdy Sambo dihimpun dari berbagai sumber:

1. Sikat Habis Penebar Ranjau Paku di Jakbar

Ferdy Sambo saat menjabat Kasatreskrim Polres Jabar menyikat habis para pelaku penebar paku di jalanan.

Saat itu, kejahatan jalanan ini menjadi sorotan lantaran banyaknya jatuh korban dari warga yang melintas.

Dia pun meminta para korban untuk melaporkan kejadian atau lokasi ranjau paku. Jika terbukti, jajarannya tidak akan segan meringkus pelaku penyebar ranjau paku.

Baca juga: Dirtipidum Bareskrim Polri Pimpin Pemeriksaan Irjen Ferdy Sambo

"Jika ada masyarakat yang jadi korban harus segera melaporkan. Jadi bisa kita tindak pelakunya jika ada bukti," tegasnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

2. Tangkap Teroris Bom Sarinah

Sejumlah ledakan menghebohkan masyarakat yang tengah berada di kawasan Sarinah, Jakarta, pada 14 Januari 2016 pagi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian saat itu langsung memerintahkan anak buahnya, salah satunya AKBP Ferdy Sambo untuk mengejar para pelaku di TKP pengeboman.

Hingga akhirnya polisi berhasil menangkap dalang dari aksi bom tersebut yakni Aman Abdurrahman, pentolan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.

Baca juga: Soal Kematian Brigadir Yosua, Ini Pernyataan Lengkap Ferdy Sambo

3. Mengungkap Kasus Menghebohkan Kopi Sianida

Masih menjabat Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ferdy Sambo kala itu terlibat dalam penyelidikan kematian Wayan Mirna Salihin yang diracun melalui es kopi Vietnam oleh sahabatnya Jessica Kumala Wongso.

Proses berjalannya pengadilan kasus kopi sianida ini pun sampai mendapat atensi publik hingga sejumlah televisi swasta melakukan live saat berjalannya proses peradilan.

Setelah berjalan 32 kali persidangan selama sekira 8 bulanan, akhirnya majelis hakim memvonis Jessica dengan pasal pembunuhan berencana dengan vonis 20 tahun penjara.

Baca juga: Sampaikan Duka Cita, Ferdy Sambo Kecualikan Perbuatan Brigadir Yosua ke Istrinya

4. Perdagangan Manusia Jaringan Timur Tengah

Kasus perdangan manusia ini diungkap saat Ferdy Sambo menjabat Wadirtipidum Bareskrim Polri.

Saat itu, Bareskrim menangkap delapan tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Mereka berasal dari empat jaringan Timur Tengah di antaranya Maroko, Suriah, Turki, dan Arab Saudi.

Tiap jaringan memiliki keunikan tersendiri. Jaringan Moroko misalnya, tersangka sudah merekrut 500 korban untuk diperdagangkan.

Ada dua tersangka yang ditangkap dari jaringan ini, yaitu Mutiara binti Muhammad Abas dan Farhan bin Abuyarman. Masing-masing telah merekrut 300 dan 200 korban.

Untuk jaringan Arab Saudi tersangka tidak hanya warga Indonesia, tetapi melibatkan warga asing di antaranya Neneng Susilawati binti Tapelson dari Indonesia, serta Abdalla Ibrahim Abdalla alias Abdullah, dan Faisal Hussein Saeed alias Faisal dari Arab Saudi.

5. Penggerebekan Tempat Hiburan Malam saat PSBB

Saat menjabat Dirtipidum Bareskrim Polri, Berigjen Ferdy Sambo menggerebek Karaoke Venesia karena beroperasi saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mencegah meluasnya pandemi Covid-19.

Tempat hiburan malam itu juga diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus eksploitasi seksual.

Baca juga: Diduga Jadi Korban TPKS, DPR Minta Perlindungan Istri Sambo Jangan Sampai Terabaikan

6. Tangkap Buronan Kelas Kakap Djoko Tjandra 

Brigjen Ferdy Sambo ikut terlibat dalam penangkapan buronan kelas kakap Djoko Tjandra, terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali di Kuala Lumpur, Malaysia.

Penangkapan dilakukan Polri setelah berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) yakni Inspektur Jenderal of Police Malaysia Abdul Hamid bin Bador pada 23 Juli 2020.

Bahkan dalam kasus tersebut Sambo juga menjerat rekannya sesama Pati Polri yakni Brigjen Prasetijo Utomo yang terlibat penerbitan surat jalan palsu Djoko Tjandra hingga Irjen Pol Napoleon Bonaparte.

"Seharusnya setiap anggota Polri yang menjadi penyidik memahami Perkap 6 Tahun 2019," tegas Sambo kala itu.

Baca juga: Diperiksa Bareskrim, Ferdy Sambo Minta Doa agar Istri dan Anaknya Sembuh dari Trauma

7. Ungkap Kasus Kebakaran Kejagung

Brigjen Ferdy Sambo juga berhasil membongkar penyebab kebakaran Kejagung pada 22-23 Agustus 2020 silam.

Damkar memerlukan waktu nyaris satu malaman untuk memadamkan api di lokasi.

Saat itu Ferdy Sambo memastikan kebakaran hebat yang menghanguskan gedung Kejagung itu disebabkan karena api dari puntung rokok dari pekerja renovasi gedung.

Kesimpulan itu didapat dari tim penyelidik dan penyidik yang bekerja mataron mengungkap kasus tersebut.

"Tim penyidik gabungan kasus kebakaran Kejagung tak akan terjebak politisasi, sesuatu yang tak ada namun didorong supaya ada. Penyidik tak mengada-ada," kata Ferdy kala itu.

Menurut Sambo, sebelum penyelidik dan penyidik Polri menetapkan api dari puntung rokok sebagai penyebab kebakaran, pihaknya telah lebih dahulu berkoordinasi dengan para ahli.

"Dalam proses penyelidikan dan penyidikan, tim penyidik gabungan Polri sudah profesional dan menggunakan ahli yang profesional di bidang kebakaran," kata dia.

Baca juga: Ferdy Sambo Harap Publik Tak Berasumsi Terkait Kematian Brigadir Yosua

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini