Share

Bharada E Ditetapkan Tersangka, Komnas HAM Tetap Lanjutkan Proses Uji Balistik

Martin Ronaldo, MNC Portal · Kamis 04 Agustus 2022 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 337 2642010 bharada-e-ditetapkan-tersangka-komnas-ham-tetap-lanjutkan-proses-uji-balistik-qVz6Is0dkK.jpg Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (Foto: Antara)

JAKARTA - Komnas HAM akan tetap memeriksa dan menguji hasil Balistik yang dilakukan oleh Puslabfor Polri. Rencana tersebut dijadwalkan pada Jumat (5/8/2022) mendatang di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat.

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan, bahwa sampai saat ini pihaknya selaku bagian dari tim independen yang terpisah dari tim khusus pencari fakta kematian Brigadir J, masih terus bekerja dan menguji temuan-temuan baru kendati sudah ditetapkan salah satu tersangka dalam kasus tembak-tembakan antara anggota Polri.

"Oh iya, gini tugas Komnas HAM ini ada dua, banyak orang perlu dijelaskan, pertama sesuai dengan undang-undang 39 tahun 1999 itu melakukan penyelidikan pemantauan kalau ada dugaan pelanggaran HAM," katanya kepada wartawan di Kantor Komnas HAM, Kamis (4/8/2022).

Komnas HAM sebagai lembaga independen yang dibentuk untuk mengungkap suatu pelanggaran yang dialami oleh masyarakat, harus berpegang teguh pada prinsip penyelidikan dan penyidikan.

"Karena itulah kita masuk lakukan pemantauan penyelidikan, di samping itu kan ada dugaan penyiksaan, itu juga ada konvensi internasional tentang anti penyiksaan," ujar Taufan.

Lebih lanjut yang tak kalah penting, ia mengatakan bahwa dalam prinsip Hak Asasi Manusia, terdapat istilah access to Justice, yang dimana setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan keadilan hukum.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Ditandai dengan apa? spektrail ? Jadi kita kaitkanlah itu dengan tugas yang satunya lagi pengawasan. Apakah proses penyelidikan dan penyidikan termasuk nanti proses peradilannya itu berjalan dengan fair atau tidak," jelas Taufan.

Apabila ditemukan peradilan yang tidak fair, maka hal tersebut dapat dikatakan sebagai pelanggaran HAM dengan begitu telah melanggar norma asasi terkait access to Justice.

"Nah sekarang timsus penyidik sudah menyatakan Bharada E tersangka, ya tidak bertentangan dengan apa yang kami temukan, pada kami kan Bharada E ini ya mengakui bahwa dia yang menembak walaupun kami tentu harus mencari lagi keterangan-keterangan dan bukti-bukti lain apakah hanya dia sendiri atau bagaimana, itu kan pertanyaan," kata Taufan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini