Share

Daftar Pahlawan Nasional yang Gugur Ditembak Penjajah dalam Perjuangannya

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 05 Agustus 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 337 2641952 daftar-pahlawan-nasional-yang-gugur-ditembak-penjajah-dalam-perjuangannya-m1aRm87n1F.jpg Ilustrasi/ Doc: Antara/Reuters

JAKARTA - Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari jasa para pahlawan. Aksi heroik mereka tentunya mempunyai banyak risiko. Ditangkap, dipenjara, diasingkan, hingga dibunuh harus siap mereka hadapi.

Beragam cara dilakukan untuk melawan para penjajah, salah satunya melalui pertempuran. Banyak pejuang yang gugur melawan penjajah. Berikut daftar pahlawan nasional yang gugur ditembak penjajah dalam perjuangannya.

 BACA JUGA:Ada Apa Ketua DPR AS ke Taiwan dan Mengapa China Harus Marah? Ini Alasannya

Sisingamangaradja XII

Terlahir sebagai seorang bangsawan, Sisingamangaradja XII berjuang melawan Belanda untuk melindungi tanah asalnya, Tapanuli. Saat Belanda menduduki wilayah Aceh dan Sumatera, Sisingamangaradja XII menyatakan perang kepada Belanda. Pertempuran terus terjadi. Meskipun sempat dipukul mundur, Sisingamangaradja XII dan pasukannya tidak berhenti.

Di antara berbagai perang yang ia lewati, pria bernama asli Patuan Besar Ompu Pulo Batu ini sempat terkena tembakan pada lengan atas, namun ia berhasil selamat. Dalam perlawanan terakhirnya di tahun 1907, Sisingamangaradja XII sempat ditawari kesepakatan damai, tapi ia ditolak.

Sisingamangaradja XII akhirnya tewas dalam medan perang dengan penuh luka tembak. Atas perjuangannya tersebut, Sisingamangaradja XII ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 1961.

 BACA JUGA:Anggota Polisi Kena Tembak saat Rekannya Bersihkan Senpi di Pos Sekuriti

Teuku Umar

Untuk mengusir Belanda dari Aceh, Teuku Umar tidak gentar dalam memperjuangkan tanah kelahirannya. Tak tanggung-tanggung, Teuku Umar sudah turun dalam peperangan sejak usianya 19 tahun. Di usia 20-an, dia sudah menjabat sebagai Kepala Desa (keuchik) Gampong Darat sekaligus Panglima Pertahanan Rakyat.

Sebagai seorang pejuang, dia memiliki siasat yang cerdik. Teuku Umar berpura-pura menjadi kaki tangan Belanda untuk mendapatkan senjata dan pasukan. Karena pengkhianatan tersebut, Teuku Umar pun diburu oleh Belanda. Berkat seorang mata-mata, Teuku Umar pun berhasil ditemukan.

Peperangan di antara keduanya tidak dapat dihindarkan hingga pahlawan dari Aceh ini pun gugur ditembak dalam peperangan. Tepat pada tanggal 6 November 1973, Teuku Umar ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

I Gusti Ngurah Rai

Sebagai pemimpin dalam Perang Puputan Margarana, I Gusti Ngurah Rai dikenal sebagai jenderal yang tak kenal takut. Perang Puputan Margarana didasari atas kekecewaan Ngurah Rai dan rakyat Bali terhadap hasil Perundingan Linggarjati yang hanya mengakui Jawa, Sumatera, dan Madura sebagai wilayah kekuasaan Indonesia. Sang jenderal bersama pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) berusaha mati-matian mengusir pasukan NICA yang kala itu datang kembali.

Pada pertempuran itu, I Gusti Ngurah Rai dan pasukannya melawan musuh habis-habisan di Desa Margarana hingga akhirnya semua pasukan gugur, termasuk I Gusti Ngurah Rai. Berkat perjuangannya itu, I Gusti Ngurah Rai ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 1975.

 BACA JUGA:Kebakaran Hebat Landa Permukiman di Medan, 4 Orang Tewas

Robert Wolter Mongisidi

Dikenal cerdas, jujur, dan pemberani, Robert Wolter Mongisidi sudah memulai perjuangannya sejak usia muda. Jiwa patriotismenya membara ketika melihat kekejaman Belanda. Berkat kecerdasannya, Wolter dipercaya unuk memimpin pasukan dalam melawan Belanda. Berbagai taktik dia lakukan yang membuat Belanda kewalahan. Sayangnya, Wolter harus tertangkap oleh pasukan Belanda di tahun 1947 dan dimasukkan ke penjara di Hoogepod Ujung Pandang.

Walaupun sempat melarikan diri, namun Belanda berhasil menangkapnya kembali. Wolter pun dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi oleh tim penembak pada 5 September 1949. Atas jasa-jasanya, Robert Wolter Mongisidi ditetapkan sebagai pahlawan nasional di tahun 1973.

 BACA JUGA:Satgas Sebut Virus PMK Terkendali dalam 3 Minggu Terakhir

Cut Meutia

Dikenal sebagai Mutiara dari Aceh, Cut Meutia berjuang dalam perang gerilya dalam melawan pasukan Belanda. Perempuan kelahiran 1870 ini dikenal tangguh dan berani melawan Belanda. Ia juga memimpin dan turut membantu pasukan Aceh dalam mengatur strategi perang. Strateginya tersebut kerap membuat Belanda kewalahan hingga porak-porandak.

Berbagai pertempuran dilewatinya yang membuat Belanda murka dan menjadikan Cut Meutia sebagai target. Belanda kian mengejarnya hingga Cut Meutia dan pasukannya terkepung. Perjuangannya pun harus berakhir pada pertempuran 25 Oktober 1910. Dia tewas setelah tiga peluru menembus kepala dan dadanya. Berkat perjuangannya tersebut, Cut Meutia ditetapkan menjadi pahlawan nasional pada tahun 1964.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini