Share

Diduga Jadi Korban TPKS, DPR Minta Perlindungan Istri Sambo Jangan Sampai Terabaikan

Awaludin, Okezone · Kamis 04 Agustus 2022 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 337 2641833 diduga-jadi-korban-tpks-dpr-minta-perlindungan-istri-sambo-jangan-sampai-terabaikan-V9Lh6wGOvY.jpg Irjen Ferdy Sambo dan istri (foto: dok ist)

JAKARTA - Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dikabarkan mengalami syok berat pasca-peristiwa terbunuhnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir Yosua oleh Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat 8 Juli 2022 lalu.

Oleh karena itu, Anggota Komisi VIII DPR RI, MF Nurhuda Yusro meminta sejumlah pihak jangan sampai mengabaikan proses pemulihan istri Ferdy Sambo sebagai korban terduga tindak pidana kekerasan seksual (TPKS).

"Karena itu, kami perlu mengingatkan kepada semua pihak agar tetap memperhatikan adanya kerentanan berbasis gender yang dihadapi oleh perempuan korban," kata Nurhuda di Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Kamis (4/8/2022).

 BACA JUGA:Ferdy Sambo Harap Publik Tak Berasumsi Terkait Kematian Brigadir Yosua

Dia mengingatkan, Undang-Undang nomor 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) memandatkan negara harus memastikan pemenuhan hak-hak perempuan pelapor/korban kekerasan seksual khususnya dalam aspek pelindungan dan pemulihan.

Menurut dia, pemberitaan terkait penembakan Brigadir J justru mengabaikan aspek perlindungan kerentanan terhadap korban kekerasan seksual yang diduga dialami istri Ferdy Sambo.

 BACA JUGA: Ferdy Sambo Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Brigadir Yosua

"Pemberitaan media massa atas kasus kekerasan seksual ini begitu gencar, sehingga publik seringkali lupa bahwa ada kerentanan korban kekerasan seksual, dalam hal ini adalah istri Irjen Ferdy Sambo yang seringkali terabaikan," ujarnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Nurhuda berharap, terkait insiden penembakan Brigadir J, semua pihak menahan diri untuk tidak menyebarkan spekulasi berita yang berpotensi mengganggu jalannya proses penyidikan dan pengusutan kasus dugaan kekerasan seksual.

Menurut dia, masyarakat perlu memberikan kepercayaan kepada Kepolisian dan Komnas HAM untuk mengusut tuntas kasus dugaan kekerasan seksual tersebut.

"Itu agar 'benang kusut' penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan seksual tetap berjalan. Dan di sisi lain, proses pelindungan dan pemulihan terhadap korban kekerasan seksual juga bisa terlaksana dengan baik," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini