Share

Ketua PBNU Kembali Disambangi Dubes Kazakhstan, Pastikan Gus Yahya Hadiri Kongres Pemimpin Dunia

Widya Michella, MNC Media · Kamis 04 Agustus 2022 08:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 337 2641701 ketua-pbnu-kembali-disambangi-dubes-kazakhstan-pastikan-gus-yahya-hadiri-kongres-pemimpin-dunia-5VyGYG4CUC.jpg Ilustrasi/ Doc: Okezone

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf kembali disambangi oleh Duta Besar (Dubes) Kazakhstan untuk Indonesia Daniyar Sarekenov pada Rabu (3/8/2022) di Kantor PBNU, Jakarta.

Kedatangannya kali ini untuk meminta konfirmasi dari Gus Yahya agar hadir dalam Kongres Pemimpin Dunia dan Agama Tradisional Ke-7 yang akan digelar di Nur-Sultan, Ibu Kota Kazakhstan, pada 13-15 September 2022 mendatang.

 BACA JUGA:Sempat Viral, 6 Kawanan Geng Motor yang Serang Warga Ditangkap Polisi

Diketahui, Kongres Pemimpin Dunia dan Agama Tradisional Ke-7 merupakan acara tahunan yang diselenggarakan pemerintah Kazakhstan yang mengundang sejumlah pemimpin agama-agama tradisional di seluruh dunia, termasuk Gus Yahya sebagai pemimpin NU. Gus Yahya pun mengonfirmasi akan hadir di dalam pertemuan tersebut.

"Saya sudah memberikan konfirmasi, mudah-mudahan saya pribadi bisa datang. Saya akan membawa beberapa delegasi dari Indonesia, dari NU untuk ikut serta di dalam forum tersebut dan terlibat dalam jaringan para tokoh agama internasional," katanya dikutip dalam laman resmi NU Online, Kamis,(04/08/2022).

Pada kesempatan itu, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah ini turut menyinggung perlunya kejujuran pemimpin agama sedunia untuk membahas berbagai masalah yang menyangkut agama dan kemanusiaan. Hal ini seiring dengan meningkatnya intensitas ketegangan antara kelompok-kelompok agama dan kelompok sekuler, khususnya di negara-negara barat.

 BACA JUGA:11 Anggota Keluarga Brigadir J Telah Diperiksa Timsus Sebelum Tetapkan Bharada E Sebagai Tersangka

"Maka dunia ini sebetulnya dibayang-bayangi oleh ketegangan yang berpotensi mengarah pada konflik. Bukan hanya di antara kelompok-kelompok agama saja, tetapi juga antara kelompok agama tradisional dan sekuler,"kata kakak dari Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas ini.

Selain itu, dia menilai apabila masalah-masalah agama dan kemanusiaan didiskusikan di Kazakhstan dalam pertemuan para pemimpin agama sedunia, maka akan sangat memiliki arti signifikan bagi dinamika peradaban dunia.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Sebagai informasi, Kongres Pemimpin Dunia dan Agama Tradisional merupakan pertemuan internasional yang diadakan satu kali dalam tiga tahun di Nursultan, Kazakhstan, yang diprakarsai oleh Presiden pertama Republik Kazakhstan Nursultan Nazarbayev. Kongres ini pertama kali digelar pada 23-24 September 2003.

 BACA JUGA:Mau IPO, Agung Menjangan Pasang Harga Rp100/Saham

Dubes Kazakhstan Daniyar Sarekenov pun sebelumnya mendatangi Kantor PBNU untuk mengantarkan surat undangan langsung kepada Gus Yahya, pada 21 Maret 2022 lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini