Share

BMKG Pastikan Prakiraan Musim Penghujan periode 2022-2023 Lebih Akurat

Dimas Choirul, MNC Media · Kamis 04 Agustus 2022 06:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 337 2641673 bmkg-pastikan-prakiraan-musim-penghujan-periode-2022-2023-lebih-akurat-1vkOmVKHkq.jpg Ilustrasi/ Doc: Antara

JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati memastikan prakiraan musim hujan periode tahun 2022-2023 yang dilakukan BMKG akan semakin tepat dan akurat.

 BACA JUGA:Ditetapkan Sebagai Tersangka Penembak Brigadir J, Bareskrim: Aksi Bharada E Bukan Bela Diri

Hal itu dipastikan Dwikorita lantaran pihaknya telah menggunakan zona musim terupdate (ZOM9120), hasil kegiatan pemutakhiran zona musim berdasarkan normal curah hujan periode 1991-2020.

"Pemutakhiran Zona Musim ini adalah untuk membentuk tolok ukur atau referensi yang dapat digunakan secara luas terhadap kondisi iklim terkini di masing-masing wilayah di seluruh Indonesia. InsyaAllah, data dan informasi yang dihasilkan BMKG akan semakin lebih handal, lebih tepat, dan lebih akurat," ungkap Dwikorita dalam keterangannya, dikutip Kamis (4/8/2022).

 BACA JUGA:Kakek Penjual Tempat Nasi Dirampok, Tabungan untuk Renovasi Rumah Raib

Dwikorita menyebut, penggunaan data berbasis grid resolusi tinggi untuk pemutakhiran ZOM ini dibangun dari proses blending data observasi insitu di permukaan bumi dan data berbasis satelit, sehingga diharapkan lebih dapat diterima secara spasial dan temporal.

Zonasi Musim yang terupdate ini, lanjutnya, dapay mencerminkan karakteristik iklim lebih spesifik di masing-masing wilayah tersebut dan akan dipakai sebagai basis informasi iklim 10 tahun mendatang.

Untuk diketahui, hasil pemutakhiran zon musim (ZOM9120) menunjukkan adanya penambahan zona musim di masing-masing pulau besar di seluruh Indonesia yang semula terdiri dari 342 ZOM dan 65 NONZOM (total 407 zona), menjadi 699 Zona Musim dengan jumlah 583 ZOM yang memiliki dua musim atau lebih (sebelumnya disebut ZOM) dan 116 ZOM yang memiliki satu musim (sebelumnya disebut NONZOM).

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

ZOM9120 tersebut tersebar di wilayah Sumatera 156 ZOM, Jawa 193 ZOM, Kalimantan 67 ZOM, Bali 20 ZOM, Nusa Tenggara Barat 27 ZOM, Nusa Tenggara Timur 28 ZOM, Sulawesi 104 ZOM, Maluku 40 ZOM dan Papua 64 ZOM.

"Akurasi data dan informasi yang dikeluarkan BMKG sangat penting karena menjadi rujukan dan pijakan banyak sektor," terangnya.

 BACA JUGA:Polisi Amankan Empat Terduga Pelaku Penganiayaan Sesama Pelajar yang Viral di Medsos

Di samping itu, Dwikorita juga mengingatkan kepada seluruh jajaran BMKG untuk memerhatikan instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta BMKG untuk meningkatkan adaptasi teknologi agar observasi, analisis, prediksi dan peringatan dini yang disampaikan dapat lebih cepat dan akurat.

"Hal ini penting karena data, informasi, dan peringatan yang dikeluarkan BMKG, oleh Presiden, juga diminta menjadi rujukan pengambilan keputusan jajaran pemerintah di berbagai sektor," kata dia.

Sementara itu, Plh Plt Deputi Klimatologi BMKG, Dodo Gunawan mengatakan, awal musim hujan 2022 - 2023 diprakirakan terjadi di bulan September -November dengan puncaknya diprakirakan terjadi di bulan Desember 2022 dan Januari 2023.

 BACA JUGA:Dinkes DKI Catat 4,6 Juta Orang Telah Vaksinasi Booster

Dodo menuturkan, prakiraan musim hujan yang dikeluarkan BMKG ini dapat dimanfaatkan oleh stakeholder di pusat maupun daerah sebagai pedoman perencanaan kegiatan di berbagai sektor, seperti awal musim tanam, termasuk antispasi potensi kebencanaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini