Share

Pandemi Covid-19, Mikroplastik di Muara Sungai Menuju Teluk Jakarta Meningkat

Tim Okezone, Okezone · Rabu 03 Agustus 2022 17:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 03 337 2641468 pandemi-covid-19-mikroplastik-di-muara-sungai-menuju-teluk-jakarta-meningkat-1ipNeuQAq0.jfif Mikroplastik di muara sungai menuju Teluk Jakarta meningkat selama pandemi Covid-19. (Dok BRIN)

JAKARTA - Peningkatan penggunaan plastik semasa pandemi virus corona (Covid-19) menghadirkan tantangan baru bagi komitmen Indonesia dalam mengurangi sampah plastik laut. Keberadaan limbah alat pelindung diri (APD), seperti masker medis di lingkungan sungai dan pesisir menjadi topik hangat di sosial media sejak 2020. Namun, kajian komparatif terkait mikroplastik yang berasal dari sampah medis sebelum dan semasa pandemi sangat minim.

Badan Riset dan Innovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Oseanografi merilis hasil monitoring sampah plastik ukuran mikroskopik (mikroplastik) semasa pandemi dalam jurnal Marine Pollution Bulletin berjudul “Seasonal heterogeneity and a link to precipitation in the release of microplastic during COVID-19 outbreak from the Greater Jakarta area to Jakarta Bay, Indonesia”.

Hasil riset kolaborasi peneliti BRIN yang dikoordinasi M Reza Cordova, dengan Universitas Terbuka, Universitas Sumatera Utara, IPB University dan University of Portsmouth (United Kingdom) ini menyimpulkan mikroplastik yang terindikasi dari sampah APD dari muara sungai menuju Teluk Jakarta semasa pandemi Covid-19 meningkat signifikan, terutama saat curah hujan tinggi.

Peneliti Pusat Riset Oseanografi BRIN, Reza Cordova, mengungkapan adanya peningkatan mikroplastik di muara sungai menuju Teluk Jakarta.

“Secara proporsi terdapat peningkatan mikroplastik bentuk benang yang terindikasi memiliki bentuk asal dan jenis komposisi kimia yang sama dengan masker medis, dari sebelumnya hanya sekitar 3% sesaat setelah ditemukannya kasus Covid-19 pertama di Indonesia, hingga akhirnya proporsi mikroplastik tersebut meningkat 10 kali lipat pada Desember 2020,” katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (3/8/2022).

Riset monitoring mikroplastik di muara sungai ini mencatat kelimpahannya yang lebih tinggi di wilayah pesisir timur Teluk Jakarta dibandingkan pesisir bagian barat. Dari 9 muara sungai yang diteliti di kawasan Jabodetabek, mikroplastik ditemukan pada semua muara sungai yang diteliti.

“Kelimpahan mikroplastik yang ditemukan ada pada kisaran 4,29 hingga 23,49 partikel mikroplastik per 1000 liter air sungai dengan rata-rata 9.02 partikel per 1.000 liter air sungai yang bergerak menuju perairan Teluk Jakarta,” ujar Reza.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Menurut Reza, penambahan mikroplastik paling tinggi ditemukan pada musim hujan yakni rata-rata 9.02 partikel per 1000 liter air sungai, sedangkan paling rendah ditemukan pada musim kemarau yakni 8.01 partikel per 1.000 liter air sungai.

Reza dan tim berharap peningkatan konsentrasi mikroplastik di lingkungan mendorong perbaikan pengelolaan sampah sekali pakai. “Implementasi dari aturan yang ketat, pemberian sosialisasi dan pemahaman publik, diperlukan untuk mempromosikan metode pembuangan yang benar dan perubahan sistemik dalam pengelolaan sampah plastik, khususnya plastik sekali pakai,” tutur Reza.

Dia menambahkan, mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, hasil riset ini bertujuan mengajak masyarakat turut berperan dalam menjaga kesehatan lingkungan, terutama terkait pembunangan sampah APD, dalam hal ini sampah masker yang biasa dipakai sehari hari oleh masyarakat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini