Share

Pahlawan yang Menolak Dimakamkan di TMP, dari Bung Tomo hingga Bung Hatta

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 02 Agustus 2022 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 01 337 2640189 pahlawan-yang-menolak-dimakamkan-di-tmp-dari-bung-tomo-hingga-bung-hatta-pIJyrysJDa.jpg Bung Tomo (Foto: Ist)

JAKARTA - Seorang pahlawan di Tanah Air biasanya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP). Meski, tak semua bersedia dimakamkan di TMP. 

Dirangkum berbagai sumber, ada beberapa pahlawan yang memilih untuk tidak dimakamkan di TMP. Berikut daftarnya: 

1. Bung Tomo

Pemilik nama asli Sutomo itu lahir di Surabaya pada 3 Oktober 1920. Bung Tomo merupakan sosok penting dalam Peristiwa 10 November, yakni pertempuran rakyat Surabaya melawan 30.000 pasukan Inggris yang terjadi di bulan November 1945.

Dengan pidatonya yang menggelegar, Bung Tomo membakar semangat para pejuang disertai pekikan “Allahu Akbar!” dan “Merdeka!”.

Bung Tomo wafat di Makkah, 7 Oktober 1981. Jenazahnya dimakamkan di Ngagel, Surabaya, bukan di TMP.

Pihak keluarga menjelaskan alasan mengapa Bung Tomo tidak dimakamkan di TMP. Sulistina, istri Bung Tomo mengatakan, hal tersebut memang merupakan wasiat dari suaminya yang tidak menghendaki untuk dimakamkan di TMP.

Adapun gelar pahlawan nasional disematkan pada Bung Tomo pada November 2008.

2. Ki Hajar Dewantara 

Lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889, Ki Hajar Dewantara merupakan pahlawan Indonesia dalam bidang pendidikan. Pemilik nama lengkap Raden Mas Soewardi Soerjaningrat ini dikenal sebagai pendiri perguruan Taman Siswa.

Ki Hajar Dewantara pernah bekerja sebagai wartawan dan aktif dalam berbagai organisasi sosial dan politik. Dia juga dipercaya Presiden Soekarno untuk menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. Ajarannya yang terkenal hingga saat ini yaitu Tut Wuri Handayani.

Pahlawan berjuluk Bapak Pendidikan Nasional ini wafat pada 26 April 1959, namun jenazahnya tidak dimakamkan di TMP. Ki Hajar Dewantara dimakamkan di Taman Wijaya Brata di Celeban, Tahunan, Yogyakarta.

Makam yang diprakarsai Ki Soedarminto itu dibangun sebagai wujud atas keinginan Ki Hajar Dewantara untuk memiliki tempat peristirahatan. Meski, tidak disampaikan Ki Hajar Dewantara secara eksplisit, namun Ki Soedarminto menangkap maksud tersebut sehingga didirikanlah Taman Wijaya Brata sebagai peristirahatan terakhir Ki Hajar Dewantara.

3. Mohammad Hatta

Bung Hatta biasa disapa merupakan Wakil Presiden Indonesia pertama. Bersama Presiden Soekarno, Bung Hatta memiliki andil besar dalam memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustur 1945.

Bung Hatta lahir di Bukittinggi pada 12 Agustus 1902. Bapak Pendiri Koperasi di Indonesia itu wafat pada 14 Maret 1980. Bung Hatta pun menolak dimakamkan di TMP. 

Sebelum tutup usia, Bung Hatta pernah menulis surat wasiat tentang lokasi yang akan menjadi tempat peristirahatan terakhirnya.

Dalam surat wasiatnya, Bung Hatta mengatakan ingin dimakamkan di Jakarta di tempat kuburan rakyat biasa yang nasibnya ia perjuangkan seumur hidupnya. Bung Hatta dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.

(Maria Alexandra Fedho/ Litbang MPI)

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini