Share

4 Pertempuran Ini Terjadi Usai Kemerdekaan RI, Ada Bandung Lautan Api

Tika Vidya Utami, Litbang Okezone · Minggu 31 Juli 2022 07:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 30 337 2639148 4-pertempuran-ini-terjadi-usai-kemerdekaan-ri-ada-bandung-lautan-api-LFZTM6g81V.jpg Ilustrasi pertempuran (Foto: AFP)

JAKARTA - Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Namun setelah merdeka, tak lantas membuat bangsa Indonesia hidup dengan aman dan damai. Hal ini lantaran masih terjadi pertempuran di Indonesia. Terdapat beberapa pertempuran yang terjadi setelah kemerdekaan. Pertempuran tersebut adalah upaya untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih Indonesia. Berikut beberapa pertempuran yang terjadi usai kemerdekaan RI dilansir dari berbagai sumber.

1. Pertempuran Ambarawa

Pertempuran Ambarawa terjadi pada 20 Oktober-15 Desember 1945 di Ambarawa, Jawa Tengah. Pertempuran ini dimulai ketika pasukan Sekutu dan Pemerintahan Sipil Hindia Belanda mulai mempersenjatai tawanan perang di Ambarawa dan Magelang. Hal ini pun memicu kemarahan penduduk setempat.

Baca juga: Kisah Heroik Kapten Markadi, Pemimpin Pertempuran Laut Pertama Indonesia

Pada 20 Oktober 1945, militer Inggris mendarat di Semarang yang dipimpin oleh Brigadir Bethell. Bethell diperkenankan untuk mengurus pelucutan pasukan Jepang serta melakukan evakuasi 19.000 interniran Sekutu. Namun Bethell ternyata ditunggangi Pemerintahan Hindia Belanda. Mereka pun mulai mempersenjatai tawanan Jepang. Pertempuran pecah dari 12-15 Desember yang kemudian dikenal sebagai Pertempuran Ambarawa. Pertempuran dimenangkan oleh TKR (Tentara Keamanan Rakyat).

Baca juga: Mayat-Mayat Berserakan di Jalanan Saat Pertempuran antara Taliban dan Pemerintah

2. Pertempuran Surabaya

Pertempuran Surabaya dilatarbelakangi oleh kedatangan pasukan Sekutu yang tergabung dalam NICA (Pemerintahan Sipil Hindia Belanda) pada 25 Oktober 1945. Pasukan ini dipimpin oleh Jenderal Mallaby yang bertugas untuk mengangkut tawanan perang, melucuti senjata Jepang, serta menjaga ketertiban setelah kemerdekaan Indonesia. Namun, pasukan tersebut tidak melakukan tugas dengan seharusnya.

Pada 28 Oktober 1945, terjadi pertempuran antara rakyat Surabaya melawan Sekutu. Pertempuran tersebut menewaskan Jenderal Mallaby yang memicu kemarahan Sekutu serta meminta warga Surabaya untuk menyerahkan diri pada 9 November 1945. Apabila tidak dituruti, Sekutu akan menyerang pada 10 November 1945. Warga Surabaya pun memilih untuk melakukan perlawanan kepada Sekutu. Maka dari itu, pada 10 November 1945 terjadi Pertempuran Surabaya.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

3. Pertempuran Bandung Lautan Api

Pertempuran Bandung Lautan Api terjadi pada 23 Maret 1946. Pertempuran ini diawali dengan kedatangan pasukan Sekutu yang dipimpin oleh Brigade MacDonald pada 12 Oktober 1945. Brigade MacDonald mengeluarkan ultimatum yang meminta seluruh senjata milik penduduk diserahkan kepada Sekutu, kecuali senjata TKR (Tentara Keamanan Rakyat).

Pada 24 November 1945, TKR menyerang Sekutu di Bandung Utara. Tiga hari kemudian, MacDonald menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat untuk mengosongkan Bandung Utara selambatnya pada 29 November 1945. Ultimatum pertama ini membagi Bandung menjadi dua bagian, yaitu Bandung Utara sebagai kekuasaan Sekutu, sementara Bandung Selatan dikuasai Indonesia. Usai ultimatum tersebut, pertempuran terjadi di berbagai daerah.

Kemudian Sekutu kembali mengeluarkan ultimatum kedua pada 23 Maret 1946. Rencana menghanguskan Bandung awalnya dilakukan pada 24 Maret 1946. Namun, pembumihangusan Bandung terjadi pada 23 Maret 1946. Peristiwa tersebut dikenal sebagai Bandung Lautan Api.

4. Pertempuran Medan Area

Pertempuran berawal ketika Sekutu tiba di Medan pada 9 Oktober 1945 di bawah pimpinan Brigadir Jenderal TED Kelly. Pendaratan Sekutu ini diboncengi oleh Pemerintahan Sipil Hindia Belanda. Awalnya warga Medan menyambut kedatangan mereka dengan baik. Namun, mereka diam-diam mempersiapkan untuk mengambil alih pemerintahan Indonesia. Hingga akhirnya terjadi keributan yang bermula dari direbutnya lencana merah putih yang digunakan pemuda Indonesia. Pihak Sekutu dan Pemerintahan Hindia Belanda bukan hanya merebut lencana, tetapi juga menginjak-injaknya. Hal ini pun memancing kemarahan warga Medan.

Pertempuran Medan Area terjadi pada 13 Oktober 1945. Melibatkan TKR yang melawan Sekutu dan Pemerintahan Hindia Belanda, pertempuran ini merupakan salah satu upaya merebut serta mengambil alih gedung pemerintahan dari tangan Jepang. Hingga akhirnya pada April 1946, Sekutu berhasil menguasai Kota Medan. Pusat Perjuangan warga Medan pun dipindah ke Pematangsiantar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini