Share

Komnas HAM Bakal Periksa Orang Dekat Ferdy Sambo, dari Sopir hingga Petugas PCR

Muhammad Farhan, MNC Portal · Jum'at 29 Juli 2022 17:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 29 337 2638689 komnas-ham-bakal-periksa-orang-dekat-ferdy-sambo-dari-sopir-hingga-petugas-pcr-PafG6KrHuY.jpg Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (Foto: Dok Sindonews)

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) menyampaikan jajarannya akan memanggil semua pihak yang terlibat sebelum aksi penembakan yang menewaskan Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri non-aktif, Irjen Pol Ferdy Sambo. Salah satunya petugas PCR yang bekerja di rumah dinas tersebut.

Anggota Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara menjelaskan, akan memanggil seluruh orang-orang terdekat Irjen Sambo guna dimintai keterangan. Ia pun menegaskan petugas PCR yang melakukan uji swab kepada ajudan Irjen Sambo di rumah dinasnya juga akan dipanggil.

"Tenaga kesehatan yang waktu PCR itu akan diperiksa juga," tegas Beka, Jumat (29/7/2022).

BACA JUGA:Mahfud MD: Tak Ada Larangan Ungkap Hasil Autopsi Brigadir J ke Publik 

Beka menuturkan, semua orang terdekat yang akan dipanggil tersebut yakni Asisten rumah tangga, sopir, dan orang-orang yang memang membantu Ferdy Sambo di rumahnya. Kendati demikian, untuk Ketua RT yang berada di rumah dinas tersebut juga akan segera dijadwalkan untuk dipanggil.

"Sementara ini Ketua RT belum, tetapi kemungkinan semua orang yang terlibat akan kita mintai keterangan karena penting bagi penyelidikan Komnas HAM," tutur Beka.

Secara sekilas, Beka mengungkapkan agenda pemeriksaan kepada orang-orang yang hendak dipanggil oleh Komnas HAM. "Begini kami akan meminta keterangan, yang pertama orang-orang yang membantu Irjen Sambo, ART, sopir dan ajudan.

Ia pun menjelaskan materi penyelidikan yang saat ini sedang didalami oleh Komnas HAM.

"Kedua, kami akan lakukan investigasi soal balistik forensik, soal peluru dan sebagainya, kami akan minta keterangan itu. Terus belum meneruskan soal handphone, terus yang lain itu hasil autopsi, kami harus nunggu tim gabungan, empat sampai delapan minggu lagi, tim forensik akan dipanggil," kata Beka.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebelumnya, Komnas HAM telah melakukan pengungkapan fakta terkait kematian Brigadir J dengan menganalisis rekaman percakapan (CDR). Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, adanya analisis tersebut, usai pihaknya memeriksa dua handphone (HP) sebagai barang bukti.

"Handphone-nya tadi di gambar masih 2, kan tadi ada fotonya itu," ujar Anam, Rabu 27 Juli 2022.

Anam menambahkan, dari pemeriksaan kedua HP tersebut, Komnas HAM telah mengambil rekaman percakapan atau call detail record (CDR). Rekaman tersebut, kata Anam, akan diperiksa dan dianalisis oleh pihaknya.

"Sudah diambil sudah, itu makanya kami mau cek dulu di internal untuk lihat dan sebagainya," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini