Share

Mensos Risma: Hampir Setiap Hari Ada Kasus Perundungan Anak

Widya Michella, MNC Media · Jum'at 29 Juli 2022 08:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 29 337 2638264 mensos-risma-hampir-setiap-hari-ada-kasus-perundungan-anak-1av03FihLX.jpg Mensos RI, Risma (foto: dok MNC Portal)

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini menyebut kasus perundingan anak atau bullying terjadi setiap harinya di tanah air. Hal ini sebagai respons atas kasus perundungan anak yang berujung kematian di Tasikmalaya.

"Jadi memang berat ini (perundungan anak). Hampir setiap hari melakukan media skrinning, itu ada kasus. Hampir setiap hari," kata Mensos Risma saat ditemui wartawan di kantor Kemensos Cawang, Jakarta, Kamis 28 Juli 2022.

 BACA JUGA:3 Anak Tersangka Bullying Bocah SD Setubuhi Kucing, Ridwan Kamil : Diturunkan Kelasnya!

Dirinya pun mengaku mempunyai sejumlah data terkait kasus perundungan anak dan pada akhirnya meninggal.

"Kasusnya, datanya punya aku, semua punya. Cuman kan masalahnya ini kan juga kasus anak. Jadi kan enggak bisa, saya buka," tutur dia.

 BACA JUGA:Tiga Tersangka Kasus Bullying di Tasikmalaya Tidak Ditahan, Ini Alasannya

Dengan demikian Risma bakal menata Kantor Kemensos Salemba, Jakarta agar beberapa spot dapat dijadikan tempat bermain anak-anak.

"Makanya nanti kayak di kementerian sosial itu aku akan perbaiki pavingnya nanti untuk tempat bermain. Kalau sore anak-anak jadi boleh bermain di kantor," ujar Mantan Wali Kota Surabaya ini.

Kemudian, Politikus PDIP ini juga mengimbau kepada orang tua supaya memberikan alternatif kegiatan dan tidak memaksakan keinginan mereka pada sang anak.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Dengan demikian, sang anak dapat mengeksplor bakat dan minatnya masing-masing. Serta terhindar dari tindakan negatif seperti perundungan.

"Anak-anak itu kayak kertas putih, jadi kita mau menulis pakai apa gitu, maka dia akan mengikuti. Tandanya ruang itu harus diciptakan, jadi harus diberikan pilihan,"tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa perundungan yang menimpa bocah 11 tahun yang duduk di kelas 5 SD di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit diduga karena mengalami depresi.

Korban diduga depresi setelah menjadi korban perundungan teman-temannya tetangga kampungnya. Korban dipaksa menyetubuhi seekor kucing, direkam dan disebarluaskan di media sosial.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini