Share

Soekarno dan Megawati, Tokoh Nasional yang Lantang Suarakan Pancasila di Luar Negeri

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 29 Juli 2022 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 29 337 2638181 soekarno-dan-megawati-tokoh-nasional-yang-lantang-suarakan-pancasila-di-luar-negeri-0o11vcDK63.jpg Soekarno (Foto : IPPHOS)

SETELAH merdeka pada 17 Agustus 1945, Indonesia mulai melakukan perumusan dasar negara pada 29 Mei 1945 melalui sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Di dalam sidang tersebut, ada tiga tokoh Indonesia yang memberikan usulannya mengenai hal-hal utama yang harus tercantum dalam dasar negara.

Tokoh tersebut adalah Soepomo, Mohammad Yamin, dan Ir. Soekarno. Perumusan tidak berlangsung hanya dalam satu hari, melainkan selama tiga hari dan berakhir pada 1 Juni 1945. Pada hari itu, dilakukan juga pencetusan nama dasar negara Indonesia oleh Ir. Soekarno, yakni Pancasila.

Setelah selesai dirumuskan, dasar negara tersebut penting untuk diterapkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan ada beberapa tokoh yang bukan hanya menerapkan tetapi juga berbangga hati untuk menyuarakan Pancasila di luar negeri. Siapa sajakah tokoh tersebut? Berikut adalah tokoh Indonesia yang lantang menyuarakan Pancasila di luar negeri.

1. Ir. Soekarno

Selain sebagai proklamator dan juga salah satu perumus dasar negara, Soekarno memiliki peran besar dalam menyuarakan Pancasila di luar negeri. Beberapa kali Soekarno dengan kepercayaan diri membawa Pancasila dalam pidatonya. Diketahui ia pernah menguraikan Pancasila pada kunjungannya ke Amerika di Kongres Amerika Serikat yang terjadi pada tanggal 16 Mei 1956 - 3 Juni 1956.

Lalu pada tahun 1960, Presiden Soekarno juga menyuarakan Pancasila pada pidatonya yang berjudul “To Build the World Anew” di pertemuan PBB, 30 September 1960. Pidato itu berisikan mengenai pengenalan dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila, kepada dunia.

2. Megawati

Pada tanggal 1 Juni 2017, Presiden Kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri pernah menyuarakan Pancasila dalam pidatonya di Forum Internasional Jeju di Korea Selatan. Ia mengungkapkan bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang masih relevan dengan kondisi saat ini. Pancasila bukan hanya dimaknai sebagai konsep dasar saja, melainkan dapat dimaknai secara universal, dijadikan nilai-nilai untuk mencari solusi dalam hidup bersama di abad ke-21. (Stefani Ira Pratiwi - Litbang MPI)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini