Share

6 Tokoh Diplomasi Perjuangan Indonesia Merebut Kemerdekaan

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 29 Juli 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 29 337 2638175 6-tokoh-diplomasi-perjuangan-indonesia-merebut-kemerdekaan-okhkacceLF.jpeg Soekarno-Hatta (Foto : Istimewa)

SEBAGAI upaya untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, tokoh Indonesia tidak hanya mengutamakan perjuangan secara fisik saja melainkan juga non-fisik. Adapun upaya non-fisik yang dilakukan adalah dengan diplomasi.

Menurut Kamus Terminologi Hukum Internasional, diplomasi merupakan sebuah pengelolaan kegiatan suatu negara melalui hubungan resmi yang dilakukan dengan negara lain. Diplomasi dilakukan untuk mengupayakan kesejahteraan bangsa, menjaga perdamaian dan hubungan yang harmonis dalam rangka menjamin keamanan, ketenteraman, dan kehormatan.

Lalu, siapa saja tokoh Indonesia yang menjadikan diplomasi sebagai taktik perjuangan? Berikut merupakan tokoh-tokoh pemimpin perjuangan Indonesia.

1. Soekarno

Dalam buku yang berjudul Dunia dalam Genggaman Bung Karno yang ditulis Sigit Aris Prasetyo, dijelaskan mengenai taktik ampuh dari Soekarno dalam melakukan diplomasi persahabatan. Sang penulis buku mengatakan bahwa Soekarno merupakan tokoh besar yang berprinsip, serta merupakan negosiator, orator, dan konseptor yang ulung.

Dalam ucapannya itu, ia mengakui bahwa Soekarno dengan kemampuannya mampu berteman dengan pemimpin dari negara lain yang memiliki perbedaan ideologi, budaya, agama, dll. Pertemanan tersebut bukan hanya bersifat personal saja melainkan dapat menguntungkan Indonesia.

Salah satu diplomasi cerdas yang pernah dilakukan Soekarno adalah diplomasi kuliner yang dilakukan dalam pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA). Dalam pertemuan tersebut, Soekarno memanfaatkan situasi dengan baik bukan hanya untuk melakukan perundingan saja melainkan juga mempromosikan budaya kuliner nasional.

2. Mohammad Hatta

Meutia Hatta, putri proklamator Mohammad Hatta, pernah menyampaikan bahwa diplomasi yang dilakukan Mohammad Hatta selalu dilakukan atas dasar rasa cinta Tanah Air dan percaya diri. Salah satu perjuangan diplomasi yang dilakukan Mohammad Hatta adalah Konferensi Meja Bundar (KMB).

Saat itu meskipun Indonesia sudah merdeka, nyatanya kedaulatan negara Indonesia belum diakui dunia. Kemudian upaya diplomasi dipilih sebagai solusi untuk mendapatkan pengakuan dari negara-negara lain. Hingga pada tanggal 23 Agustus 1949, Konferensi Meja Bundar pun dilaksanakan di Den Haag dengan mengundang berbagai perwakilan negara.

Di sana Mohammad Hatta hadir sebagai ketua delegasi Republik Indonesia dan mengusahakan pengakuan Kerajaan Belanda atas kemerdekaan Indonesia.

3. Sri Sultan Hamengkubuwono IX

Sri Sultan Hamengkubuwono IX merupakan gubernur DIY pertama dan sempat juga menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia. Dalam upaya memperjuangkan Indonesia, Hamengkubuwono IX juga memiliki peranan dalam membangun diplomasi dengan negara lain, yaitu Belanda.

Hubungan diplomasi dengan Kerajaan Belanda sebenarnya sudah dilakukan sejak masa Hamengkubuwono VIII dengan diplomasi yang bernama diplomasi budaya. Diplomasi ini memanfaatkan pendekatan secara budaya dengan Belanda dan dilakukan untuk menghadapi intervensi politik Belanda.

Perjuangan tersebut kemudian dilanjutkan dalam masa pemerintahan Hamengkubuwono IX. Tertulis dalam jurnal milik Rudi Hariyanto, dkk yang berjudul “Peranan Sultan Hamengkubuwono IX dalam Menghadapi Agresi Militer Belanda I dan II,” Hamengkubuwono IX merupakan sosok pemimpin yang penting dalam membangun hubungan antara Pemerintah RI dengan Kerajaan Belanda pada saat pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada tahun 1949.

4. Sutan Sjahrir

Sutan Sjahrir merupakan tokoh yang memiliki kontribusi sangat besar untuk keberhasilan perjuangan diplomasi Indonesia. Hal ini disebabkan oleh banyaknya upaya diplomasi yang berhasil ia lakukan sehingga juga menciptakan hubungan yang baik antara Indonesia dengan negara lainnya.

Adapun keunikan dari diplomasi yang Sutan Sjahrir lakukan adalah adanya pendekatan atas nilai-nilai humanisme dan demokratis dalam diplomasinya.

Salah satu diplomasinya yang terkenal adalah diplomasi beras. Diplomasi ini dilakukan pada tahun 1946 dan bertujuan untuk membantu masyarakat India yang sedang mengalami kelaparan.

Selain meringankan permasalahan kelaparan di India, Indonesia memperoleh hasil lain dari diplomasi ini yaitu Indonesia mendapatkan rasa simpati masyarakat India atas perjuangan kemerdekaan Indonesia.

5. Mohammad Roem

Meskipun kiprahnya tidak terlalu menonjol seperti tokoh lainnya, Mohammad Roem juga merupakan tokoh penting perjuangan diplomasi Indonesia. Banyak upaya diplomasi yang pernah ia lakukan, di antaranya adalah menjadi ketua delegasi di perundingan Roem-Royen, anggota delegasi RI dalam perundingan Linggarjati, dan anggota delegasi RI dalam perundingan Renville.

Dalam perundingan-perundingan tersebut, Mohammad Roem selalu mengupayakan hak-hak Indonesia, termasuk menghimpun dukungan dari negara-negara lain atas kemerdekaan yang telah diproklamirkan Indonesia.

6. Amir Sjarifuddin

Amir Sjarifuddin merupakan salah satu tokoh perjuangan Indonesia yang kontroversial. Hal ini berkaitan dengan keterlibatannya dalam peristiwa Pemberontakan PKI Madiun 1948. Meskipun begitu, Amir Sjarifuddin merupakan tokoh yang memiliki jasa dalam hubungan diplomasi Indonesia dengan negara lain.

Amir kerap kali memilih perjuangan diplomasi untuk meminimalkan adanya pertumpahan darah. Dalam masa berjalannya Kabinet Amir, terdapat beberapa perundingan yang dilakukan untuk memperjuangkan Indonesia, di antaranya adalah perundingan Renville. Dalam perundingan itu, Amir sangat teguh mempertahankan wilayah Indonesia yang diduduki Belanda. (Stefani Ira Pratiwi - Litbang MPI)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini