Share

5 Fakta Kopda Muslimin, Sewa Pembunuh Bayaran hingga Tewas Bunuh Diri

Tim Okezone, Okezone · Kamis 28 Juli 2022 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 28 337 2637726 5-fakta-kopda-muslimin-sewa-pembunuh-bayaran-hingga-tewas-bunuh-diri-IqNlTFw9HR.jpg Kopda Muslimin semasa hidup (foto: dok ist)

KOPDA Muslimin ditemukan tewas di rumah orangtuanya di Kelurahan Trompo, Kecamatan/Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (28/7/2022). Dari kabar yang beredar, Kopda Muslimin meninggal dunia akibat menenggak racun.

Saat ini tim gabungan TNI-Polri masih berada di lokasi. Tampak Asintel Kodam IV Diponegoro Kolonel Inf Wahyu Yudhayana, Dandim 0715 Kendal Letkol Inf Henry Polli dan puluhan personel berjaga di kawasan rumah orang tua.

 BACA JUGA:Profil Kopda Muslimin, Bandar Togel Otak Penembakan Istrinya yang Tewas Bunuh Diri

Kopda Muslimin merupakan otak yang menyewa para pelaku untuk menembak atau membunuh istrinya sendiri. Dia telah menghilang selama 11 hari pasca kejadian penembakan terhadap istrinya RW (34) di jalan Cemara III Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang pada Senin 18 Juli 2022.

Berikut sejumlah fakta-fakta Kopda Muslimin:

1. Dalang Penembakan Istrinya

Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa mengungkap adanya dugaan keterlibatan Anggota TNI Kopda Muslimin (M) dalam peristiwa penembakan Rina Wulandari (RW), di Semarang, Jawa Tengah, pada Senin, 18 Juli 2022, lalu. Kopda Muslimin merupakan suami dari Rina Wulandari.

Polisi akhirnya membongkar identitas empat pelaku eksekutor penembakan istri Kopda Muslimin, anggota Batalyon Arhanud 15 Semarang. Pelaku bernama Sugiono alias Babi (36), Ponco Aji (26). Kemudian Yono alias Sirun (45), Agus Santoso (43) dan satu orang penyedia senjata bernama Dwi Sulistiyo (37).

2. Sewa Pembunuh Bayaran

 

Berdasarkan penyelidikan, terungkap anggota Batalyon Arhanud 15 Semarang, Kopda Muslimin alias Kopda M merupakan dalang penembakan tersebut. Dia menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh istrinya.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi, membeberkan motif pelaku ingin membunuh istrinya tersebut. Menurutnya, pelaku mempunyai kekasih baru.

Luthfi mengatakan, kasus ini bisa diungkap melalui metode Scientific Crime Investigation dari data rekaman CCTV kompleks. Kelima pelaku penembakan merupakan pembunuh bayaran yang di dalangi Kopda Muslimin.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

3. Diduga Punya Kekasih Baru

 

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi, membeberkan motif Kopda Muslimin membunuh istrinya, Rina Wulandari. Menurutnya, pelaku mempunyai kekasih baru.

"Tim gabungan berhasil meringkus lima tersangka. Babi dan Ponco bertugas mengeksekusi korban," kata Irjen Ahmad Luthfi saat jumpa pers, Senin (25/7/2022).

Luthfi mengatakan, kasus ini bisa diungkap melalui metode Scientific Crime Investigation dari data rekaman CCTV kompleks. Kelima pelaku penembakan merupakan pembunuh bayaran yang di dalangi Kopda Muslimin.

"Kita akan kembangkan kasus, dalang pelaku yang statusnya suami korban ini yang masih dalam pencarian," tegas Kapolda.

4. Kabur ke Rumah Orangtua

Kopda Muslimin merupakan otak yang menyewa para pelaku untuk menembak atau membunuh istrinya sendiri. Dia telah menghilang selama 11 hari pasca kejadian penembakan terhadap istrinya RW (34) di jalan Cemara III Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang pada Senin 18 Juli 2022.

Sedangkan lima tersangka penembakan telah ditangkap oleh tim gabungan TNI-Polri. Saat menjadi buron Kopda Muslimin melarikan diri ke rumah orangtuanya di Kendal.

5. Kopda Muslimin Tewas Diduga Minum Racun

 

Kopda Muslimin ditemukan tewas di rumah orangtuanya, RT 2 RW 1 Kelurahan Trompo, Kecamatan/Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (28/7/2022). Informasi itu dikonfirmasi Anggota Batalion Arhanud 15/DBY, Kamis (28/7/2022).

Belum ada keterangan resmi terkait kondisi Kopda Muslimin. Dari kabar yang beredar, Muslimin dikabarkan meninggal dunia akibat menenggak minuman beracun.

Saat ini tim gabungan TNI-Polri masih berada di lokasi. Tampak Asintel Kodam IV Diponegoro Kolonel Inf Wahyu Yudhayana, Dandim 0715 Kendal Letkol Inf Henry Polli dan puluhan personel berjaga di kawasan rumah orang tua.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini