Share

Menuju Indonesia Emas 2045, Tokoh Lintas Agama Perkuat Toleransi dan Kebhinekaan

Wahab F, Sindonews · Selasa 26 Juli 2022 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 26 337 2636606 menuju-indonesia-emas-2045-tokoh-lintas-agama-perkuat-toleransi-dan-kebhinekaan-bd0F2I4wjB.jpg Tokoh Lintas Agama/dok pribadi

JAKARTA - Organisasi Pemuda Lintas Agama akan meluncurkan program Pemuda Negarawan Menuju Indonesia Emas 2045. Program ini sebagai wujud komitmen menghasilkan pemimpin-pemimpin muda yang setia kepada Pancasila serta nilai-nilai persatuan, kemanusiaan dan kebhinekaan.

(Baca juga: Menuju Indonesia Emas 2045, Ini Pesan Mahfud MD)

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto mengatakan, kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi inspirasi untuk semua anak muda Indonesia. Jokowi berani dalam mengambil keputusan dan memiliki nilai-nilai negarawan sehingga mampu merangkul berbagai pihak.

"Program ini akan menguatkan resonansi persatuan di antara Pemuda Lintas Agama. Ke depannya akan ada beberapa program yang dibuat antara lain live in keagamaan, festival film pendek bertemakan toleransi, dan kegiatan-kegiatan lainnya," ujar pria yang akrab disapa Cak Nanto ini, Selasa (26/7/2022).

Selain itu, kata dia, strategi menghadapi pandemi Covid-19 di masa pemerintahan Jokowi berhasil, dan saat ini mulai bergerak ke arah perbaikan ekonomi secara nasional.

"Jokowi juga memberikan legacy bagi bangsa ini sebagai seorang warga negara yang tidak memiliki darah ningrat dan berasal dari masyarakat sipil, namun dapat terpilih sebagai Presiden dalam pemilihan langsung. Ke depan kita harus menyiapkan para pemimpin yang memiliki nilai-nilai kenegarawanan," lanjutnya.

Senada, Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma menyebut, Jokowi telah meninggalkan legacy yang layak diakui semua warga Indonesia. Dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya, Jokowi adalah Bapak Indonesia Sentris. Presiden Jokowi ingin memberikan warisan Indonesia Sentris pada akhir pemerintahannya.

"Ia ingin memberikan pemerataan pembangunan dan pemerataan SDM bagi seluruh rakyat Indonesia. Segala sektor harus merata agar terwujud keadilan bagi anak bangsa," ujarnya.

Gusma memberi contoh perhatian Jokowi kepada wilayah Indonesia Timur sangat besar. Daerah pinggiran menjadi prioritas. Banyak daerah terluar yang tertinggal dan itu perlu dibangun agar ada pemerataan. Saat ini, pembangunan infrastruktur tidak lagi berorientasi Jawa-sentris tetapi Indonesia sentris.

“Jadi legacy Jokowi adalah tidak boleh ada satu daerah di Indonesia yang tertinggal. Semua harus merasakan pembangunan infrastruktur dan pembangunan SDM. Maka semangat dan visi Jokowi ini harus dilanjutkan oleh generasi muda, sehingga kita dapat menjadi lima negara terbesar dunia di tahun 2045. Karena itu program Pemuda Negarawan Menuju Indonesia Emas 2045 kami canangkan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini