Share

Peran Penting Perempuan Semasa Raja Tribhuwana Bertahta di Majapahit

Avirista Midaada, Okezone · Minggu 24 Juli 2022 06:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 23 337 2635169 peran-penting-perempuan-semasa-raja-tribhuwana-bertahta-di-majapahit-CnxP95Geoq.jpg Raja Tribhuwana (foto: dok wikipedia)

BERKUASANYA Raja Tribhuwana Tunggadewi sebagai raja di Majapahit menjadikan perempuan memiliki posisi penting. Pasalnya dari sejumlah daerah kekuasaan Kerajaan Majapahit juga banyak dikuasai oleh para perempuan.

Bahkan Prasasti Waringin Pitu membahas mengenai sosok perempuan penguasa daerah kekuasaan Majapahit. Total 14 kerajaan di daerah sembilan di daerah dipimpin oleh perempuan.

 BACA JUGA:Kisah Pembunuhan Raja Majapahit yang Digagalkan Gajah Mada

Dikutip dari buku "Sandyakala di Timur Jawa (1042 - 1527 M) : Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Hindu dari Mataram Kuno II hingga Majapahit" dari Prasetya Ramadhan, daerah kekuasaan Majapahit seperti Daha, Jagaraga, hingga Keling dikuasai oleh pemimpin perempuan.

Di wilayah Daha misalnya Jayawarddhani Jayeswari menjadi penguasanya, Dyah Wijayaduhita Wijayendudewi yang menguasai Jagaraga, Dyah Wijayakumara Rajasawarddhana menguasai Kahuripan, Dyah Suragharini Manggalawarddhani menguasai daerah Tanjungpura.

 BACA JUGA:Keterkaitan Gunung Semeru dan Salak dalam Hubungan Kerajaan Sunda dan Majapahit

Kemudian ada Dyah Sureswari yang menguasai daerah Pajang, Dyah Sudharmmini Rajanandaneswari yang menguasai Kembang Jenar, Dyah Suryyawikrama Girisawarddhana yang menguasai daerah Wengker. Selanjutnya daerah Kabalan yang dikuasai oleh Dyah Sawitri Mahamisi, Singhapura yang dikuasai oleh Dyah Sripura Rajasawarddhanadewi, Dyah Suraprabhawa Singhaaikramawarddhanadewi yang menguasai Tumapel.

Berikutnya ada Dyah Samarawijaya Wijayaparakrama yang menguasai Metahun, Dyah Pureswari Rajasawarddhanendudewi yang menjadi penguasa Wirabhumi, Dyah Wijayakrama Girindrawardhana yang kuasai Keling, dan Dyah Suyadita Kamalawarnnadewi yang menguasai daerah Kalinggapura.

Penguasa daerah itu merupakan kerabat dekat raja Tribhuwana Tunggadewi, banyak juga yang masih berhubungan sebagai saudara sepupu. Di antara mereka ada juga yang terikat perkawinan.

Sementara khusus kerajaan daerah Lasem, wilayah ini didominasi oleh penguasa perempuan. Daerah ini melingkupi bagian utara Kerajaan Majapahit dan sebelah barat negara daerah Matahun, yaitu daerah Lasem sekarang.

Bahkan menurut Kakawin Negarakertagama dan Pararaton semua penguasa Lasem adalah perempuan. Sri Rajasadhitedudewi sebagai Bhre Lasem I, adik perempuan Hayam Wuruk. Sementara Kusumawarddhani sebagai Bhre Lasem II yang dalam Pararaton disebut Bhre Lasem sang alemu atau Bhre Lasem yang gemuk.

Selanjutnya yang disebut sebagai Bhre Lasem adalah putri Bhre Wirabhumi, sedangkan Bhre Lasem terakhir adalah putri Bhre Pandan Salas yang diperistri oleh Bhre Tumapel. Di dalam perundang-undangan Majapahit memang tak disinggung soal perempuan berstatus inferior hingga tak boleh memegang jabatan tinggi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini