Share

Roy Suryo Belum Ditahan Usai Jadi Tersangka Meme Stupa Mirip Presiden Jokowi

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 22 Juli 2022 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 22 337 2634445 roy-suryo-belum-ditahan-usai-jadi-tersangka-meme-stupa-mirip-presiden-jokowi-8bvPecuuVz.jpg Roy Suryo (Foto : Dok Okezone.com)

JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya hari ini melakukan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo. Meski telah menjadi tersangka, status penahanan Roy Suryo belum tetapkan.

"Jadi, masalah penahanannya nanti kami update," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan, Jumat (22/7/2022).

Roy Suryo diperiksa kembali sebagai tersangka hari ini. Karena masih dimintai keterangan, Zulpan belum dapat menjelaskan secara detail.

"Hari ini benar sedang diperiksa di Polda Metro dengan status sebagai tersangka," kata Zulpan.

Sebegaimana diketahui, perwakilan umat Budha Nusantara, Kurniawan Santoso mendatangi Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya dengan kuasa hukumnya yaitu Herna Sutana pada Selasa 28 Juni 2022.

 Baca juga: Roy Suryo Minta Perlindungan LPSK, Polda Metro: Tak Pengaruhi Penyidikan!

Pelapor menjalani pemeriksaan terkait pelaporannya kepada Roy Suryo soal meme stupa candi Borobudur yang diedit seperti wajah Presiden Jokowi.

Herna menjelaskan maksud kedatangannya yaitu untuk memberikan keterangan terkait kasus yang dilaporkannya. Selain itu dia juga membawa sejumlah barang bukti tambahan yang akan diserahkan ke penyidik dalam pemeriksaan tersebut.

"Kita akan menyajikan bukti-bukti yang kita punya yang kita dapat yang kita ketahui itu saja. Ada beberapa bukti tambahan yang kita juga sudah kumpulkan lebih lengkap lagi semua dalam bentuk hardcopy dan bentuk softcopy itu aja," tutur Herna.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri saat itu, Kombes Pol Gatot Repli Handoko saat itu kemudian membenarkan adanya pelaporan terhadap mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, ke Bareskrim Polri pada Senin, 20 Juni 2022.

“Terkait dugaan ujaran kebencian berdasarkan SARA dan/atau penistaan agama Budha sebagaimana Pasal 45A Ayat (2) jo Pasal 28 Ayat (2) UU Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan/atau pasal 156a KUHP,” ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini