Share

Gempa M5,1 Guncang Nias, BMKG: Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 22 Juli 2022 07:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 22 337 2634156 gempa-m5-1-guncang-nias-bmkg-akibat-aktivitas-subduksi-lempeng-indo-australia-dS1lERf8F4.jpg Ilustrasi/ Foto: Freepik

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa magnitudo (M)5,1 mengguncang Nias, Sumatera Utara, pagi ini. Gempa ini akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia," ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (22/7/2022).

 BACA JUGA:BMKG : Waspada Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia

Sementara itu, dari hasil analisis BMKG gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,19° LU ; 98,32° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 70 Km arah Tenggara Nias Selatan, Sumatera Utara pada kedalaman 20 km.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik oblique (oblique thrust fault),” kata Bambang.

Dilaporkan gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Nias Selatan dengan skala intensitas III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

 BACA JUGA:Hari Kedua Kunjungan ke NTT, Presiden Jokowi Akan Resmikan Infrastruktur Pengelolaan Air Minum

Bambang mengatakan hingga pukul 05.10 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 4 (empat) aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ) dengan magnitudo terbesar M3,6.

Selain itu, masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” imbau Bambang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini