Share

Polisi Janji Ungkap ke Publik Penyidikan Rekaman CCTV Penembakan Brigadir J

Muhammad Farhan, MNC Portal · Kamis 21 Juli 2022 02:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 21 337 2633399 polisi-janji-ungkap-ke-publik-penyidikan-rekaman-cctv-penembakan-brigadir-j-vunQCLYYfU.jpeg Irjen Dedi Prasetyo. (Foto: Dok MPI)

JAKARTA - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan tim khusus investigasi penembakan yang menewaskan Brigadir J telah menemukan rekaman CCTV saat kejadian.

Dedi menyampaikan, rekaman CCTV tersebut sedang diperiksa oleh tim laboratorium forensik Mabes Polri, sehingga belum bisa diungkap ke publik. Akan tetapi, ia berjanji bahwa hasil temuan CCTV tersebut akan segera diumumkan.

"Nanti akan dibuka apabila seluruh rangkaian proses penyidikan oleh timsus sudah selesai. Jadi hasil rekaman CCTV dijelaskan tidak sepotong-potong, juga akan disampaikan secara komperhensif apa yang telah dicapai oleh timsus," tutur Dedi saat jumpa pers di Mabes Polri, Kamis (21/7/2022). 

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi di kesempatan yang sama memberi sinyal adanya bukti baru yang akan ditemukan oleh penyidik timsus. 

 Baca juga: Breaking News! CCTV Kasus Penembakan Brigadir J Akhirnya Ditemukan, Polri Janji Buka ke Publik

"Tadi sudah diawali penjelasannya oleh Bapak Kadiv Humas, kita sudah menemukan beberapa bukti baru CCTV. Nah ini sedang proses di Lab Forensik untuk kita lihat," terang Andi. 

Menurut Andi, bukti rekaman CCTV tersebut ditemukan melalui sejumlah sumber, sehingga masih diperlukan penyesuaian agar rekaman tetap utuh dan berurutan. 

"Penyidik memperoleh dari beberapa sumber, ada beberapa hal yang harus dilakukan sinkronisasi-sinkronisasi, kalibrasi waktu. Kadang-kadang ada tiga CCTV di satu titik yang sama, tapi waktunya bisa berbeda-beda," tutur Andi. 

Selain itu, Andi mengatakan penjelasan hasil investigasi rekaman CCTV tersebut nantinya perlu dilakukan penjaminan legalitas. Hal ini dilakukan, agar tidak berdasarkan hasil pendapat penyidik semata namun murni hasil rekaman apa adanya. 

"Nah tentunya ini harus melalui proses yang dijamin legalitasnya. Jadi bukan berdasarkan apa maunya penyidik, tapi berdasarkan data atau metadata daripada CCTV itu sendiri," ucap Andi. 

Kendati demikian, Andi menegaskan untuk saat ini rekaman CCTV tidak akan dibuka terlebih dahulu. Menurutnya, saat ini status rekaman CCTV itu masih sebagai materi penyidikan yang hendak dilakukan pendalaman. 

"Terkait dengan CCTV, juga tidak perlu kita jelaskan di sini karena itu materi penyidikan. Yang jelas saat ini sedang berada di laboratorium forensik untuk dilakukan proses-proses digital forensik di sana," tegas Andi. 

Maka dari itu, ia menjamin hasil rekaman CCTV nantinya akan diperiksa kembali oleh para ahli dan pakar telematika agar hasil pemeriksaan tetap terjaga objektivitasnya. 

"Hasilnya juga nanti akan disampaikan oleh ahli kepada penyidik bukan kepada siapa-siapa," pungkas Andi. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini