Share

Marak Kekerasan Seksual, Masyarakat Tak Perlu Sungkan Minta Pendampingan RPA Perindo

Nur Khabibi, MNC Portal · Selasa 19 Juli 2022 19:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 19 337 2632581 marak-kekerasan-seksual-masyarakat-tak-perlu-sungkan-minta-pendampingan-rpa-perindo-5gn92iJhqB.jpg Waketum Partai Perindo Boyke Novrizon (Foto : MPI/Nur K)

JAKARTA - Jakarta masih menjadi provinsi dengan angka kekerasan seksual yang tinggi. Berdasarkan data Pemerintan Provinsi DKI Jakarta, pada 2020 terdapat 8 kasus. Lalu pada 2021 terdapat 7 kasus. Kemudian dari Januari hingga Juli 2022 terdapat 15 kasus.

Dari angka tersebut, masih banyak keluarga dan korban yang enggan melapor. Penyebabnya, antara rasa ketakutan dan tidak mengetahui prosedur pelaporan yang efisien atas kasus yang dimaksud.

Untuk itu, Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Boyke Novrizon mengimbau, masyarakat yang menjadi korban dan bingung mencari pendampingan, untuk melaporkan ke Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Perindo.

"Siapa pun yang memiliki persoalan yang sama, persoalan kekerasan yang dialami perempuan dan anak kami sebagai RPA membuka diri," kata Boyke kepada MNC Portal Indonesia di Kantor DPP Partai Perindo Jakarta, Selasa (19/7/2022).

"Untuk segera dilakukan pendampingan terhadap korban yang terkena persoalan ini," ucapnya menambahkan.

Boyke melanjutkan, Partai Perindo membentuk RPA adalah sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada manusia dan Tuhan.

"Ini bukan persoalan politik walaupun RPA Perindo diwadahi oleh Perindo, tapi ini lebih ke nilai-nilai kemanusiaan dan moralitas manusia itu sendiri," ujarnya.

Diketahui, saat ini RPA Perindo sedang melakukan pendampingan terhadap korban kekerasan seksual kepada anak yang terjadi di DKI Jakarta. Dua korban tersebut berasal dari Jakarta Pusat berusia enam tahun dan dari Jakarta Utara berusia 12 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini