Share

Seluruh Wilayah di Pulau Jawa Masuk Zona Merah Wabah PMK

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 19 Juli 2022 18:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 19 337 2632515 seluruh-wilayah-di-pulau-jawa-masuk-zona-merah-wabah-pmk-dAm1gUmuye.JPG Koordinator Tim Pakar Penanganan PMK, Wiku Adisasmito (Foto: MPI)

JAKARTA - Koordinator Tim Pakar Penanganan PMK, Wiku Adisasmito mengatakan saat ini seluruh wilayah di Pulau Jawa masuk zona merah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Sementara per data tanggal 18 Juli 2022, terdapat 22 provinsi dan 263 kabupaten kota yang tertular PMK.

“Dilihat dari pemetaan seluruh provinsi di pulau Jawa, sebagian provinsi di pulau Sumatera dikategorikan dalam zona merah dengan sudah tercatat dan ditemukannya kasus PMK di kabupaten atau kota,” ungkap Wiku saat Konferensi Pers secara virtual, Selasa (19/7/2022).

Sementara itu, kata Wiku, beberapa wilayah yang masuk zona kuning yakni kabupaten kota di provinsi Lampung, Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan. “Mengindikasikan terdapat kurang dari 50% kabupaten atau kota di suatu provinsi yang tertular PMK,” katanya.

“Kemudian terdapat zona hijau yang berarti belum ada laporan kasus PMK pada wilayah tersebut seperti pada Provinsi Papua, Nusa Tenggara Timur dan Maluku,” papar Wiku.

Wiku menjelaskan penentuan zonasi tersebut merupakan hasil olah data pencatatan intensif kasus yang dilaporkan oleh pemerintah daerah setempat. “Ini didapatkan dari gabungan hasil pemeriksaan uji laboratorium dan pemeriksaan fisik yang menunjukkan gejala klinis PMK,” jelasnya.

Wiku pun mengungkapkan tren kenaikan dan penurunan kasus pada minggu pertama yaitu tanggal 5 Juli sampai dengan 11 Juli 2022, dibandingkan dengan Minggu ke-2 yaitu 12 Juli sampai 18 Juli 2022.

“Penambahan kasus sakit masih terjadi salah satunya di Jawa Timur dan Jawa Barat. Namun terlihat di provinsi Nusa Tenggara Barat adanya penurunan kasus sakit hingga 9.130 kasus yang menunjukkan bahwa NTB berupaya keras menekan persebaran kasus,” katanya.

Di sisi lain, kata Wiku, meskipun dihadapi dengan penambahan jumlah kasus sakit, Jawa Timur melakukan penanganan dan pengobatan dan mencapai kesembuhan hingga 3.439 kasus. “Kemudian terdapat Nusa Tenggara Barat yang masih berupaya melakukan pengobatan bagi hewan ternak agar dapat meningkatkan angka kesembuhan.”

Follow Berita Okezone di Google News

(kha)

1
1

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini