Share

Kisah Pembunuhan Raja Majapahit yang Digagalkan Gajah Mada

Tim Okezone, Okezone · Minggu 17 Juli 2022 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 16 337 2630757 kisah-pembunuhan-raja-majapahit-yang-digagalkan-gajah-mada-UlOTbu8Bf2.jpg Ilustrasi pertempuran kerajaan (Foto: Wikipedia)

JAKARTA Raja Jayanegara dikenal sebagai raja yang sewenang-wenang dan congkak selama memerintah Majapahit.

Hal ini membuat beberapa pejabat istana, termasuk Dharmaputra bentukan Raden Wijaya kerap berbeda pendapat. Raja pernah dikisahkan meninggal akibat terbunuh oleh dokter istana Majapahit Ra Tanca. Tapi jauh sebelum usaha itu, telah dilakukan upaya pembunuhan kepada sang raja Majapahit yang merupakan anak dari Raden Wijaya.

Karena itu, tak heran bila sosok Ra Kuti, yang merupakan ahli militer dan menjadi bagian dari pejabat Dharmaputra, mencoba melakukan perlawanan kepada sang raja. Pemberontakan pun digagas pejabat penting istana Dharmaputra yakni Ra Kuti.

 Baca juga: Kecerdikan Gajah Mada Bikin Jayanagara Kembali Bertahta di Majapahit Usai Mengungsi

Sejumlah peperangan di masa Raden Wijaya berhasil dimenangkan karena strategi dan nasehat dari Ra Kuti. Maka tak heran ketika Jayanagara memerintah dengan sangat sewenang-wenang membuat ia tak bisa tinggal diam. Apalagi sepeninggal Mahapatih Majapahit Nambi dan Ra Semi, akibat fitnah Dyah Halayudha.

 Baca juga: Jayanegara, Raja Majapahit Kedua yang Tewas karena Wanita Cantik

Dikisahkan pada buku "Sandyakala di Timur Jawa 1042 - 1527 M Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Hindu dari Mataram Kuno II hingga Majapahit" tulisan Prasetya Ramadhan, Ra Kuti membe tuk barisan bawah tanah guna membunuh sang raja. Ia memobilisasi rakyat dan prajurit yang kecewa dengan kezaliman Jayanagara dan mempengaruhi mereka untuk memberontak.

Bahkan Ra Kuti menawarkan balas jasa berupa penghargaan dan pangkat bila nantinya berhasil menjadi raja. Setelah merasa kuat dan sudah waktunya, Ra Kuti dan pasukannya melakukan gerakan menyerbu istana. Pemberontakan Ra Kuti terjadi pada 1241 saka atau 1319 Masehi. Pada penyerangan ke istana, senopati perang yang sedang tidur pulas banyak yang menjadi korban keganasan pedang Ra Kuti dan komplotannya.

Namun niat Ra Kuti membunuh Jayanagara tidak terlaksana. Sebabnya sangat raja yang sedang tidur pulas ternyata gagal dibunuh. Aksi kesigapan pasukan Bhayangkara yang mengawalnya, menjadikan Jayanagara dibawa lari sambil mengungsi oleh seorang Bekel Bhayangkara bernama Gajah Mada.

Follow Berita Okezone di Google News

Kala itu Gajah Mada menjadi komandan pasukan khusus Bhayangkara yang terdiri dari 15 prajurit pengawal khusus raja yang masih setia. Pasukan Bhayangkara ini bukanlah pasukan sembarangan, mereka merupakan penjaga keamanan raja yang terdiri dari orang-orang sakti dan setia yang dipilih.

Para pengiring raja itu terdiri dari pengawal dan pelayan tersebut kemudian disebut pengalasan. Konon selama dalam pelarian di Desa Bedander itulah Gajah Mada terpaksa membunuh seorang abdi pangalasan yang juga anggota pasukan Bhayangkara yang minta izin paksa untuk pulang ke kotaraja Majapahit.

Baca Selengkapnya: Gajah Mada Gagalkan Pembunuhan Raja Majapahit Saat Tidur Pulas

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini