Share

5 Hewan yang Diagungkan di Berbagai Kepercayaan dan Agama

Septi Kurnia, Litbang Okezone · Sabtu 16 Juli 2022 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 15 337 2630400 5-hewan-yang-diagungkan-di-berbagai-kepercayaan-dan-agama-n0L4TsIAxM.jpeg Ilustrasi kucing. (Foto: Thought Co)

SALAH satu makhluk hidup yang dibutuhkan kehadirannya dalam hidup manusia adalah hewan. Hewan membantu manusia menjaga ekosistem alam, dengan menjadi salah satu sumber makanan.

Selain itu, hewan dapat menjadi teman bagi manusia hingga dianggap sebagai titisan dewa oleh agama dan budaya tertentu di suatu negara.

Berikut ini hewan yang diagungkan di negara tertentu.

1. Kuda

Kuda merupakan salah satu hewan yang diagungkan di masa lalu, terutama masa Yunani Kuno. Di masa Yunani Kuno, masyarakat percaya Poseidon atau Dewa Air sering menampakkan diri dalam wujud kuda. Hewan ini dianggap sebagai dewa di India, karena ada dewa yang berkepala kuda bernama Hayagriva.

Kuda menjadi simbol dari ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan. Sehingga hewan ini juga dianggap sakral di beberapa negara di Eropa, Balkan, Turki, dan sebagainya untuk dijadikan alat transportasi. Pada masa peradaban Mesir Kuno, kuda jantan dijadikan alat transportasi untuk menarik kereta.

2. Kucing dan Anjing

Pada masa peradaban Mesir Kuno, Kucing dan Anjing menjadi hewan paling dicintai masyarakat Mesir Kuno. Banyak keluarga Mesir Kuno yang memelihara anjing untuk dijadikan penjaga dan pemburu. Anjing pemburu pada Mesir Kuno dipercaya sebagai nenek moyang spesies basenji, greyhound, dan mastiff. Pada masa itu juga, anjing dianggap sebagai Dewa Anubis atau Dewa Dunia Bawah.

Anjing juga menjadi hewan yang diagungkan di Nepal dan Tihar hingga saat ini. Pada saat festival agama Hindu berlangsung, selama lima hari akan digunakan untuk festival anjing. Selain itu, hari kedua Tahun Baru China dianggap sebagai kelahiran anjing, sehingga harus diperlakukan sebaik mungkin.

 Baca juga: Tahukah Anda, Kenapa Kucing Mendekat saat Namanya Dipanggil?

Sementara, kucing dianggap sebagai hewan pengawas rumah pada masa Mesir Kuno. Keluarga di masa Mesir Kuno juga banyak yang memelihara kucing untuk memangsa tikus dan burung. Bersama dengan musang, pemilik kucing akan menempatkan kucing di lumbung dan gudang agar terbebas dari hama. Membunuh seekor kucing pada masa itu akan dikenakan hukum mati bagi pelakunya, dan beberapa kucing yang sudah mati akan dimumikan seperti manusia.

Di Turki, kucing juga menjadi hewan yang sangat dicintai masyarakat hingga saat ini. Kucing dapat ditemukan di setiap sudut di negara tersebut. Semua kucing yang berada di sana, dianggap milik semua orang. Kucing liar di Turki sangat sehat dan bersih karena semua orang akan memberi makan dan merawatnya secara sukarela.

3. Sapi

Sapi merupakan hewan yang sangat penting bagi kepercayaan Hindu, Jainisme, dan Zoroastrianisme. Meskipun sapi bukan dianggap sebagai dewa, umat Hindu mempercayai sapi sebagai simbol kehidupan suci yang harus dilindungi dan dihormati. Pada ajaran Hindu, sapi termasuk ke dalam tujuh “ibu” yang harus dihormati. Oleh karena itu, sapi dapat berkeliaran bebas di India karena mayoritas masyarakat India memeluk agama Hindu. Sapi juga merupakan kendaraan Dewa Siwa, dewa utama di ajaran Hindu. Masyarakat Romawi, Mesir, dan Yunani Kuno juga menghormati sapi.

4. Ular

Masyarakat India juga menjadikan ular sebagai hewan yang diagungkan. Ular dipercaya sebagai teman dan jelmaan dari dewa. Seperti pada Dewa Siwa yang dikenal memiliki ular di sekeliling lehernya. Masyarakat India memiliki kebiasaan bernama Naga Panchami, yaitu perayaan untuk mempersembahkan doa, susu, dan berbagai hal untuk ular. Salah satu jenis ular yang sangat diagungkan adalah ular kobra. Ular juga diagungkan oleh masyarakat Mesir Kuno dan suku Indian. Selain itu orang - orang Hopi di Amerika Utara akan melakukan tarian ular untuk meminta kesuburan alam.

5. Gajah

Gajah menjadi salah satu simbol negara bagi Kerajaan Thailand. Gajah Putih dijadikan simbol kerajaan Thailand, sehingga hewan ini tidak diperbolehkan melakukan pekerjaan berat. Namun ketika Thailand harus melakukan perang melawan Burma dan Khmer, mereka menjadikan gajah sebagai alat transportasi. Karena itu, masyarakat Thailand merasa gajah sangat berperan penting bagi negara ini.

Gajah juga dianggap sebagai hewan suci di India. Gajah dianggap sebagai reinkarnasi dari Dewa Ganesha, salah satu dewa terpenting kepercayaan Hindu. Dewa Ganesha merupakan dewa berkepala gajah yang menunggangi seekor tikus kecil. Hewan ini dianggap sebagai lambang dari ketenangan, kekuatan, kebijaksanaan, dan royalti.

diolah dari berbagai sumber:

Septi Kurnia - Litbang MPI

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini