Share

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemerintah Imbau Masyarakat segera Booster

Carlos Roy Fajarta, · Jum'at 15 Juli 2022 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 15 337 2630140 kasus-covid-19-menlonjak-pemerintah-himbau-masyarakat-segera-booster-xRH42yeDlH.jpg Illustrasi (foto: Okezone)

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Reisa Broto Asmoro meminta masyarakat yang sudah melaksanakan vaksinasi dosis lengkap (dosis pertama dan kedua) untuk segera melaksanakan vaksinasi booster.

Reisa menyebutkan, peran booster amat penting untuk meredam kenaikan pesat kasus Covid-19 nasional selama beberapa waktu terakhir akibat penyebaran varian baru Omicron Covid-19 yakni BA4 dan BA5.

Hal tersebut disampaikan Reisa dalam keterangan pers perkembangan situasi Covid-19 terkini secara daring melalui akun YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (15/7/2022).

"Vaksinasi booster untuk membuat masyarakat semakin imun. Orang yang sakit berat turun dengan imunitas masyarakat. Booster dapat dilakukan tiga bulan setelah dosis pertama dan kedua. Penyuntikan booster perlu dilakukan agar antibodi dapat bekerja optimal kembali," ujar Reisa Broto Asmoro.

 BACA JUGA:Percepat Vaksinasi Booster, Pemprov DKI Bakal Buka Gerai di Sejumlah Titik CFD

Target booster dari WHO kata Reisa adalah 50 persen, dan Indonesia sekarang baru 25 persen.

"Capaian target harus dikejar agar pandemi Covid-19 bisa terkendali, untuk melindungi orang yang kita cintai, untuk bisa bekerja dan beraktifitas dengan normal," jelas Reisa Broto Asmoro.

 BACA JUGA:Vaksin Booster Baru Setengah dari Target WHO Jadi Alasan Masuk Mal Wajib Vaksinasi

Imunitas yang baik kata dia adalah jawabannya, ia mengajak semua masyarakat melaksanakan booster. Masyarakat juga perlu jeli agar tidak termakan hoax terkait vaksinasi Covid-19. Booster kata Reisa sebagai adaptasi masyarakat untuk hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19.

Follow Berita Okezone di Google News

Peraturan pelaku perjalanan dalam negri dan luar negeri mulai berlaku 17 Juli 2022 berdasarkan SE Satgas Nomor 21 Tahun 2022 untuk perjalanan semua moda transportasi dari dan seluruh kendaraan pribadi dan umum kecuali aglomerasi.

"Jika sudah booster tidak perlu menunjukkan antigen atau PCR. Yang belum booster, harus menunjukkan antigen 1x24 jam, atau PCR 3x24 jam. Harus ada surat kesehatan dari RS untuk masyarakat yang tidak bisa melaksanakan vaksinasi," tuturnya.

Untuk anak usia 6-17 tahun cukup menunjukkan Serifikat lengkap dua dosis tanpa tes PCR/Antigen. Untuk di bawah 6 tahun, tidak perlu menunjukkan vaksinasi, tapi wajib didampingi orang yang sudah divaksinasi.

"Vaksinasi booster gratis di pusat kesehatan masyarakat terdekat. Semua jenis vaksin baik, sehingga tidak perlu memilih merk tertentu. Semua merk vaksin Covid-19 dapat mencegah kematian," kata Reisa

Booster disebutkannya penting untuk daerah dengan positivity rate tinggi. Saat ini tiga provinsi dengan positivity rate tertinggi adalah DKI Jakarta 13,8%, Banten 8,35%, dan Jawa Barat 5,54%.

Angka positivity rate dikatakannya harus ditekan dengan vaksinasi booster. Pemerintah mempercepat booster dengan strategi pro aktif, persuasif, fokus dan terkoordinir kepala daerah melalui SE Kemendagri Nomor 440/3917/SJ tentang Percepatan Dosis Lanjutan bagi Masyarakat. Dengan kebijakan tersebut para Kepala Daerah di Provinsi dan Kabupaten Kota diminta mempercepat realiasi booster dibarengi evaluasi.

"Kita harus bekerja sama, ajak saudara dan keluarga kita, apalagi sekarang sudah masuk tahun ajaran baru. Booster memerlukan waktu perlindungan optimal dua Minggu setelah penyuntikan. Di lingkungan harus segera booster," tutur Reisa.

Reisa meminta untuk masyarakat yang bergejala sakit untuk segera memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan masyarakat terdekat dari domisilinya.

"Jadi sebelum tahun ajaran baru, mari kita proteksi kesehatan bersama yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Yang tidak sehat segera memeriksakan diri, dan menahan diri beraktifitas di luar," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini