Share

KPU Sebut Ada Penurunan Jumlah Pemilih di Pemilu 2024, Kok Bisa?

Muhammad Farhan, MNC Portal · Selasa 12 Juli 2022 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 12 337 2628143 kpu-sebut-ada-penurunan-jumlah-pemilih-di-pemilu-2024-kok-bisa-NN9BGmSbhC.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) merilis hasil pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (DPB) per semester Pertama tingkat Nasional pada Selasa siang (12/7/2022) di Aula KPU RI lantai dua. Dalam rilisannya, KPU membeberkan perubahan data pemilih dari semester kedua tahun 2021 menuju awal semester tahun ini, di 2022.

Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari menjelaskan data pemilih pada semester pertama kali ini alami penurunan jumlah pemilih.

"Hasil pemutakhiran data pemilih berkelanjutan pada awal semester tahun 2022, kami menemukan penurunan data pemilih sejumlah 637.179 orang. Penurunan ini terjadi karena adanya pemilih yang sudah tidaj memenuhi syarat," jelas Hasyim kepada wartawan.

Menurut Hasyim, data total pemilih terakhir pada semester kedua tahun 2021 yakni 190.659.348 pemilih. Sedangkan di awal semester tahun 2022, lanjut Hasyim, terdapat 190.022.169 pemilih.

Follow Berita Okezone di Google News

"Rekapitulasi DPB tetap kami lakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga nasional. KPU melakukan pemutakhiran DPB di tingkat nasional setiap enam bulan sekali," ujar Hasyim.

Sebagai informasi, KPU mengumpulkan data pemilih terakhir berdasarkan 34 provinsi, 514 Kabupaten/Kota, 7240 kecamatan, 83414 desa atau kelurahan dan 700.011 TPS. Adapun rincian pemutakhiran yang direkap yakni pertambahan pemilih baru sejumlah 578.139; Pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat sejumlah 1.215.318 dan pemilih yang melakukan perubahan data sejumlah 818.302.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini