Share

4 Terpidana Mati yang Akhirnya Terbukti Tak Bersalah, Nomor 2 Tukang Ojek dari Indonesia

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 12 Juli 2022 05:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 11 337 2627797 4-terpidana-mati-yang-akhirnya-terbukti-tak-bersalah-nomor-2-tukang-ojek-dari-indonesia-1W2BmFdSEH.jpg ilustrasi: staf photographer

HUKUMAN bagi para pelaku tindak kriminal terkadang ada yang diberikan tanpa informasi dan penjelasan yang lengkap. Bahkan, bukti yang dilampirkan sudah dibuat dan direncanakan, atau menguntungkan beberapa pihak saja.

Pemberian hukuman mati kepada pelaku tindak kriminal juga masih menjadi perdebatan di seluruh dunia. Berikut ini kisah para tahanan hukuman mati di dunia yang akhirnya terbukti tidak bersalah dilansir beragam sumber, Senin (11/7/2022).

 (Baca juga: 4 Negara Tempat Pekerja Migran Indonesia yang Sering Dihukum Mati)

1. George Stinney Jr

George Stinney Jr dijatuhi hukuman mati atas kasus pembunuhan terhadap dua anak. Mereka adalah Betty June Binnicker dan Mary Emma Thames, yang tewas pada tahun 1944 di Carolina Selatan. George dituduh sebagai pelaku pembunuhan karena melihat korban sehari sebelumnya. Pada saat itu George masih berusia 14 tahun dan dieksekusi dengan diikat di kursi listrik hingga mati. Setelah tindakan eksekusi tersebut, baru terungkap bahwa George bukan pelaku pembunuhan itu. Tidak terdapat bukti yang cukup kuat, sehingga kasus ini menjadi kegagalan peradilan paling parah di Amerika Serikat. Kasus ini baru dibatalkan setelah 70 tahun kemudian tepatnya pada tahun 2014.

 

2. Karni bin Bujang

Karni bin Bujang merupakan warga negara Indonesia yang dijatuhi hukuman mati di Malaysia atas kasus penyelundupan narkoba. Karni dituduh menyelundupkan 5 kilogram Narkoba pada 15 Februari 2018. Pria yang berprofesi sebagai tukang ojek ini ditangkap oleh pihak otoritas di Pos Tentara Malaysia Telok Melano, perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Pada saat itu, dia diperintahkan untuk membawa tas yang berisi 5 kilogram narkoba miliki dua penumpangnya, Junaedi dan Riko Dwi Yanto. Kemudian Karni didakwa dengan ancaman hukuman gantung sampai mati. Setelah dipenjara selama empat tahun dan melewati berbagai persidangan, Karni dibuktikan tidak bersalah dan dipulangkan ke daerah asalnya di Kalimantan Barat.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

3. Colin Campbell Ross

Colin Campbell merupakan seorang pemilik toko di Australia. Pada 1992, Ross dieksekusi mati atas tuduhan pembunuhan seorang gadis sekolah yang ditemukan tewas di dekat tokonya. Saat itu polisi menemukan rambut yang kemudian dikatakan milik gadis tersebut di selimut di rumah Ross.

Beberapa saksi memberatkan Ross di persidangan hingga akhirnya ia dihukum mati dengan cara digantung. Kemudian pada tahun 1993, seorang peneliti Kevin Morgan melakukan penelitian terhadap kasus ini dan lima tahun kemudian mendapatkan hasil bahwa rambut tersebut bukan dari kulit kepala korban. Akhirnya pada tahun 2008, Ross menjadi orang yang dieksekusi secara hukum yang diampuni dalam sejarah Australia.

4. Carlos DeLuna

Carlos DeLuna dieksekusi mati atas pembunuhan yang menimpa seorang wanita bernama Wanda Lopez. Pembunuhan tersebut sebenarnya dilakukan oleh kenalannya, yaitu Carlos Hernandez. Karena nama depan yang sama, penampilan, dan ras Hispanik yang umum, membuat DeLuna yang sebenarnya hanya menjadi saksi pembunuhan tersebut, akhirnya ditangkap dan diadili.

Kemudian kasus ini diselidiki kembali 20 tahun kemudian oleh James Leibman dan tim. Mereka melakukan penyelidikan dan membuat buku laporan berjudul The Wrong Carlos: Anatomy of a Wrongful Execution pada tahun 2012.

Laporan tersebut menjelaskan secara komprehensif mengenai ketidakmampuan polisi dalam menangani kasus ini. Pengakuan saksi mata yang salah, penyembunyian bukti, dan banyak ketidaksesuaian lainnya membuat DeLuna dieksekusi atas kejahatan yang tidak dilakukannya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini