Share

BMKG: 132 Kali Gempa Susulan Guncang Selatan Jawa Timur Pasca Gempa M5,2 di Lumajang

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 11 Juli 2022 01:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 10 337 2627161 bmkg-132-kali-gempa-susulan-guncang-selatan-jawa-timur-pasca-gempa-m5-2-di-lumajang-uwKIPuAy6G.jpg Ilustrasi/ Doc: Freepik

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 132 kali gempa susulan guncang selatan Jawa Timur pasca gempa utama dengan magnitudo (M)5,2 di Lumajang Sabtu (9/7/2022), dini hari.

 BACA JUGA:Hasil Final Wimbledon 2022: Libas Nick Kyrgios, Novak Djokovic Raih Gelar Grand Slam Ke-21

Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan gempa di selatan Jawa Timur ini memiliki karakter produktivitas gempa susulan (aftershocks) yang tinggi.

“Gempa selatan Jawa Timur ini memiliki karakter produktivitas gempa susulan (aftershocks) yang tinggi. Hingga sore ini tercatat sebanyak 132 kali gempa susulan,” kata Daryono dikutip dari media sosial pribadinya, Minggu (10/7/2022).

“Tampak gempa Jatim ini tipikal gempa plate boundary (interplate) dan bukan gempa dalam lempeng (intraplate earthquake),” ungkap Daryono.

 BACA JUGA:Partai Perindo Rayakan Idul Adha Bersama Warga, Bagikan Daging ke Sekitar Sekretariat

Sebelumnya, Daryono mengatakan gempa yang terjadi merupakan jenis gempa kedalaman dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Jawa Timur.

Follow Berita Okezone di Google News

Selain itu, gempa ini memiliki mekanisme sumber berupa pergeseran naik (thrust fault ) dan tampaknya berasosiasi dengan sumber gempa megathrust selatan Jawa Timur.

 BACA JUGA:Klasemen Akhir Grup A Piala AFF U-19 2022: Timnas Indonesia U-19 Peringkat Ketiga, Vietnam U-19 Juara Grup

Tercatat, gempa utama dengan kekuatan M5,2 ini guncangannya dirasakan di Jember, Lumajang, Karangkates, Kepanjen, Lumajang, Blitar dan beberapa daerah lain di Jawa Timur, hingga menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang bahkan genting pada beberapa rumah warga di Kecamatan Kencong, Jember, dilaporkan rontok dan berjatuhan.

“Meskipun episenter gempa ini berpusat di laut tetapi hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami, karena kekuatan gempanya yang relatif kecil hingga belum dapat menimbulkan deformasi dasar laut yang dapat mengganggu kolom air laut,” kata Daryono.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini