Share

Prabowo Dinilai Mampu Hentikan Polarisasi pada Pemilu 2024

Inin Nastain, Koran SI · Jum'at 08 Juli 2022 19:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 08 337 2626312 prabowo-dinilai-mampu-hentikan-polarisasi-pada-pemilu-2024-cRrPYDCKuz.jpg Menhan Prabowo Subianto (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Polarisasi sosial saat ini masih terjadi, dan berpeluang bertahan hingga Pemilu 2024 mendatang. Hal tersebut ditemukan dalam survei yang dilakukan lembaga survei SPIN dalam penelitian terbarunya.

Terkait hal itu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dinilai sebagai sosok yang memiliki peluang untuk menghentikan polarisasi tersebut.

Direktur eksekutif SPIN Igor Dirgantara mengatakan, dalam sebuah survei yang dilakukan lembaganya, diajukan pertanyaan terkait polarisasi. Hasilnya sebagian besar menilai polarisasi sebagai dampak dari Pilpres lalu masih terjadi.

"Sebesar 65, 1 persen responden memandang polarisasi akibat politik di Pilpres 2014 dan 2019 itu masih terjadi. Jadi publik masih melihat tingkat polarisasi itu masih potensi akan terjadi itu besar sekali, 65,1 persen ya. Dibanding 10,1 persen (yang menganggap tidak ada," kata Igor, saat menyampaikan rilisnya, Jumat (8/7/2022).

Masih adanya polarisasi itu, kata dia, masyarakat menilai dipicu dari elit politik. Mereka dinilai tidak sungguh-sungguh dalam menghentikan kondisi itu.

"Yang pertama ternyata 20,2 persen responden menilai, polarisasi itu akibat ketidaktegasan tokoh politik. Karena (dipicu) influencer 13,1 persen, karena buzzer 11,9 persen, penegakkan hukum yang tebang pilih 3,4 persen. Jadi sebagian besar publik 29,3 persen menjawab tidak tahu," jelas dia.

"Saya juga Kemudian mengamati ya, kenapa ketidak tehasan tokoh politik itu menjadi penyebab utama yang dianggap publik bahwa polarisasi itu masih mungkin terjadi. Karena mereka itulah yang memainkan isu identitas," lanjut dia.

Dalam survei itu, diajukan juga tentang tokoh yang dinilai mampu menghentikan polarisasi. Nama Prabowo Subianto berada di urutan pertama sebagai sosok yang mampu meredakan kondisi tersebut.

Prabowo mendapat kepercayaan publik sebesar 23,2 persen sebagai tokoh yang dinilai responden mampu menghentikan kondisi itu. Lalu nama AHY 9,8 persen, dan Ridwan Kamil 7,3 persen.

"Prabowo cenderung dipandang sebagai tokoh nasional yang mampu diterima semua pihak untuk mengakhiri polarisasi sosial yang dinilai publik masih terjadi hingga saat ini," jelas dia

Perlu diketahui, survei ini dilakukan pada periode 25 Juni hingga 5 Juli 2022. Wilayah sebaran sampel tersebar secara proposional di 34 Provinsi di seluruh Indonesia.

Jumlah sampel responden dengan 1.230 responden. Teknik sampel yakni probability sampling, multistage random sampling varian area random sampling. Dengan margin of error +/- 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini