Share

Bunuh Diri Massal Terjadi Usai Kediri Ditaklukkan Tentara Mongol dan Raden Wijaya

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 08 Juli 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 08 337 2625717 bunuh-diri-massal-terjadi-usai-kediri-ditaklukkan-tentara-mongol-dan-raden-wijaya-6QBePZHVSS.jpeg Illustrasi (foto: dok Okezone)

KEKALAHAN Kediri melawan pasukan Mongol dan Raden Wijaya membuat istana Daha jatuh. Seluruh pejabat negara yang terlihat perang berhasil dibunuh, termasuk sang Raja Jayakatwang yang waktu itu masih bertahta.

Kematian Jayakatwang dan sejumlah pejabat istana memberi efek domino kepada para istri dan anak perempuannya. Berdasarkan buku "Gayatri Rajapatni : Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit" dari Earl Drake, ratu Kediri dan putrinya yang cantik jelita memilih mengakhiri hidupnya daripada harus menjadi tahanan perang.

 BACA JUGA:Taktik Raden Wijaya Balas Serang Kerajaan Kediri Bersama Pasukan Mongol

Mereka melakukan bunuh diri massal mendengar kekalahan Kediri dari gabungan pasukan Mongol dan Pangeran Wijaya. Pesta pun digelar oleh pasukan Mongol di bawah pimpinan Shih-Pi, tetapi di sisi lain Pangeran Wijaya dan Arya Wiraraja yang sedang beristirahat usai peperangan mencoba menyusun rencana selanjutnya.

Kidung Harsa Wijaya menceritakan keputusan Pangeran Wijaya untuk segera menyelamatkan Gayatri yang masih berada di istana Daha. Ia cemas Gayatri akan dibawa oleh pasukan Mongol.

 BACA JUGA:Lumajang, Daerah Asal Para Dewa yang Memegang Peran Penting Sejak Kerajaan Kediri

Sesampainya di depan keraton, ia melihat halaman bagian depan keraton penuh sesak dengan mayat - mayat. Suasana memilukan juga terlihat di dalam keraton Ratu Kediri atau istri Jayakatwang dan putrinya Ratna Kesari juga terlihat jasadnya di sana.

Dari sekian banyak perempuan yang berada di dalam istana, hanya Gayatri-lah yang masih hidup. Ia pun menjemput Gayatri dengan memerintahkan Lembu Peteng, Jaren Waha, dan Amarajaya untuk mengambil Gayatri dari Daha.

Menariknya, Gayatri sempat membantu Pangeran Wijaya dan Siddhi dalam mengidentifikasi satu persatu jenazah yang ada di dalam istana. Gayatri lantas menunjukkan kepada Pangeran Wijaya satu sosok yakni Ratu Kediri dan putri Daha yang tewas akibat bunuh diri.

Hal ini yang membuat Pangeran Wijaya atau Raden Wijaya mempercepat proses pengambilan sang putri Gayatri. Apalagi sebenarnya Gayatri telah bertunangan dengan dirinya, sebagaimana diambil dari kisah Kidung Harsa Wijaya

Di sisi lain saat tengah berpesta kemenangan, tentara Mongol mendengar kabar Wijaya telah membawa putri dari Daha ke Majapahit. Hal ini membuat kemarahan mereka dan mengira kesepakatan awal telah dilanggar.

Arya Wiraraja, sahabat dekat Wijaya mencoba menjelaskan ke Shih-Pi bahwa Wijaya tidak mengkhianati janjinya. Tetapi karena putri dan seluruh perempuan keraton melakukan bunuh diri massal, maka janji itu belum terlaksana. Namun hal itu membuat pasukan Mongol tak terima dan kian marah, sehingga mengirimkan pasukan menuju Majapahit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini