Share

Ini Alasan Kemenag Cabut Izin Ponpes Shiddiqiyyah Jombang

Widya Michella, MNC Media · Kamis 07 Juli 2022 17:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 07 337 2625528 ini-alasan-kemenag-cabut-izin-ponpes-shiddiqiyyah-jombang-sXIAg4mD2o.jpg Ponpes Shiddiqiyaah, Jombang, Jawa Timur (Foto: Mukhtar Bagus)

JAKARTA - Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono mengatakan, Kementerian Agama (Kemenag) resmi mencabut izin operasional Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Jombang, Jawa Timur. Pencabutan tersebut ditandai dengan telah dibekukannya nomor statistik dan tanda daftar pesantren Shiddiqiyyah.

Tindakan tegas Kemenag ini diambil usai munculnya dugaan kasus pencabulan dan perundungan terhadap santri oleh Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias mas Bechi (42), anak pengasuh Ponpes Shiddiqiyah, KH Muhammad Mukhtar Mukthi.

BACA JUGA:Buntut Kasus Anak Kiai Cabul, Kabareskrim Sarankan Orangtua Tarik Putra-Putrinya dari Ponpes Shiddiqiyyah 

Tersangka MSAT kini menjadi buron kepolisian karena pihak pesantren juga dinilai menghalang-halangi proses hukum terhadap yang bersangkutan.

"Sebagai regulator, Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang di dalamnya diduga melakukan pelanggaran hukum berat,”ujar Waryono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (7/7/2022).

 

Waryono menyampaikan, tindakan pencabulan bukan hanya tindakan kriminal yang melanggar hukum. Namun, juga perilaku yang dilarang ajaran agama. 

"Kemenag mendukung penuh langkah hukum yang telah diambil pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut," tutur Waryono.

BACA JUGA:Bukan Bechi Anak Kiai Cabul, Orang yang Ditangkap Polisi Ternyata Seorang Sopir 

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Selain itu, pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Jawa Timur, Kankemenag Jombang, serta pihak-pihak terkait untuk memastikan bahwa para santri tetap dapat melanjutkan proses belajar dan memperoleh akses pendidikan yang semestinya.

“Yang tidak kalah penting agar para orang tua santri ataupun keluarganya dapat memahami keputusan yang diambil dan membantu pihak Kemenag. Jangan khawatir, Kemenag akan bersinergi dengan pesantren dan madrasah di lingkup Kemenag untuk kelanjutan pendidikan para santri," ujar Waryono.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini