Share

Dugaan Fee Anggaran Pokir, 7 Mantan Legislator Tulungagung Dicecar KPK

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 07 Juli 2022 08:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 07 337 2625102 dugaan-fee-anggaran-pokir-7-mantan-legislator-tulungagung-dicecar-kpk-VL24VYKo8Y.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa tujuh anggota DPRD Tulungagung periode 2014-2019 sebagai saksi pada Rabu, 6 Juli 2022. Tujuh eks legislator Tulungagung tersebut yakni, Lilik Herlin; Marikan Al Gatot Susanto; Michael Utomo; Nurhamim; Samsul Huda; Sofyan Heryanto; serta Suharminto.

Penyidik mendalami keterangan para mantan anggota DPRD tersebut ihwal proses pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015-2018 untuk Kabupaten Tulungagung. Tak hanya itu, para mantan legislator tersebut juga dicecar soal adanya dugaan fee terkait anggaran pokok pikiran.

"Para saksi hadir dikonfirmasi pengetahuannya soal proses pembahasan anggaran APBD 2015-2018 Kabupaten Tulungagung Jatim. Didalami juga soal anggaran Pokok Pikiran (Pokir) dan terkait dugaan fee terkait hal tersebut," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (7/7/2022).

Sementara itu, kata Ali, satu saksi atas nama Riyanah yang juga merupakan mantan anggota DPRD Tulungagung tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK. KPK bakal menjadwal ulang pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. "Saksi Riyanah konfirmasi tidak bisa hadir. Segera dijadwal ulang," terangnya.

Sekadar informasi, KPK saat ini sedang mengembangkan kasus dugaan suap terkait pengalokasian anggaran bantuan keuangan Provinsi Jawa Timur periode 2014-2018 untuk Kabupaten Tulungagung. KPK juga telah menetapkan sejumlah tersangka sejalan dengan pengembangan perkara suap tersebut.

Kendati demikian, KPK masih merahasiakan nama-nama tersangka terkait pengembangan alokasi anggaran bantuan keuangan Provinsi Jawa Timur untuk Tulungagung tersebut. KPK akan menginformasikan secara detail para tersangka serta konstruksi perkara pada saat proses penangkapan dan penahanan.

KPK saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti tambahan lewat keterangan para saksi. Sejumlah saksi akan diperiksa dalam beberapa waktu kedepan. KPK berjanji akan menginformasikan ke publik secara transparan proses penyidikan perkara ini.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(aky)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini