Share

Taktik Raden Wijaya Balas Serang Kerajaan Kediri Bersama Pasukan Mongol

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 07 Juli 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 07 337 2625055 taktik-raden-wijaya-balas-serang-kerajaan-kediri-bersama-pasukan-mongol-KLRM6Kse9J.jpg Raden Wijaya (Ist)

KECERDIKAN Raden Wijaya dalam menghimpun strategi menaklukkan musuh terlihat saat pasukan Mongol menyerbu Kediri. Raden Wijaya yang melarikan diri dari ibu kota Kerajaan Singasari menuju Madura di bawah wilayah penguasaan Arya Wiraraja.

Saat itu pasukan Mongol menuju wilayah Kediri yang dipimpin Jayakatwang. Tercatat ada sekitar 20.000 pasukan Mongol mendarat di tepi Sungai Brantas.

Sayang kekuatan pasukan Mongol ini sedikit berkurang karena pengiriman logistik yang dihalangi Raja Champa. Raja Champa merupakan sekutu Kertanagara semasa memimpin Kerajaan Singasari.

Sebagaimana dikutip dari buku "Gayatri Rajapatni : Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit" dari Earl Drake, hampir tiga bulan pasukan Mongol tidak bisa beristirahat dan sama sekali belum mendapat kiriman logistik. Hal inilah yang coba dimanfaatkan Raden Wijaya dan Arya Wiraraja untuk membendung kedatangan pasukan Mongol.

Keduanya mencoba memainkan negosiasi dengan pasukan Mongol yang dipimpin Shih-Pi. Negosiasi ini dilakukan sebelum bergerak menuju Singasari untuk melakukan penyerbuan ke Kediri. Di pertemuan itu mereka mengaku sebagai teman lama Kubilai Khan.

Raden Wijaya menjelaskan, dirinyalah yang menggantikan Raja Kertanagara yang dibunuh Raja Kediri Jayakatwang. Raden Wijaya juga menawarkan bantuan logistik dan mengerahkan pasukannya sendiri demi membantu penyerbuan bersama terhadap raja yang telah menghancurkan Kerajaan Singasari.

Raden Wijaya dengan lihainya mencoba menawarkan pasukan Mongol bakal mendapat bagian dari hasil rampasan perang. Tak hanya itu, putri raja Daha yang cantik jelita, juga menjadi bagian dari kesepakatan sebelum peperangan terjadi. Sang putri akan dikirim ke Cina untuk diserahkan kepada Kaisar Mongol. Tawaran itu pun disambut dengan gembira.

Usai pertemuan khusus itu, dua pasukan gabungan dari Mongol yang dipimpin Shih-Pi dan Pangeran Wijaya yang didukung Arya Wiraraja menyerbu Kediri. Pasukan gabungan ini bahu-membahu menghabisi lima ribu orang musuh. Namun, korban di pihak Mongol pun berjatuhan.

Pada hari ke-15 di bulan ketiga itu pasukan Kediri akhirnya berhasil ditaklukkan. Kerajaan Kediri di bawah pimpinan Jayakatwang akhirnya menyerah menghadapi serangan gabungan tersebut. Jayakatwang akhirnya mati setelah menerima luka-luka cukup parah.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini