Share

Bareskrim Pastikan Kasus Pencabulan Santri di Jombang Tidak Ada Kendala

Antara, · Rabu 06 Juli 2022 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 06 337 2624737 bareskrim-pastikan-kasus-pencabulan-santri-di-jombang-tidak-ada-kendala-7o1jtxUsEA.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi memastikan penanganan kasus pencabulan MSAT, putra pengasuh pondok pesantren di Jombang, tidak ada kendala dan pihaknya mempercayakan kepolisian setempat untuk menuntaskan.

“Sejauh ini penanganan kasus oleh Polda Jatim lancar, tidak ada kendala,” kata Andi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (6/7/2022).

 BACA JUGA:Diadang Massa, Polisi Gagal Tangkap Anak Kiai Pelaku Pencabulan Santri di Jombang

Kasus pencabulan oleh MSAT (42), putra dari Pengasuh Pondok Pesantren Shiddiqiyyah K.H. Muhammad Mukhtar Mukthi, jadi perhatian publik setelah upaya kepolisian membawa pelaku mendapat hambatan.

Menurut Andi, Bareskrim Polri memonitor penanganan kasus tersebut. Sejauh ini penanganan masih dipercayakan kepada Polda Jatim tanpa ada asistensi dari Mabes Polri.

 BACA JUGA:Kuasa Hukum Sebut Santriwati di Depok Dirudapaksa Oknum Ustaz Selama Satahun

“Sepenuhnya masih kewenangan Polda Jatim, tersangka juga masih berada di juridiksi Polda Jatim,” ujarnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Andi memastikan penanganan kasus berjalan lancar. Saat ini berkas perkara kasus tersebut sudah dinyatakan lengkap atau P-21. Bareskrim mempercayakan penanganan kasus dilakukan oleh Polda Jawa Timur, namun tetap memonitor.

“Hanya proses tahap II saja yang belum selesai,” ujarnya.

MSAT sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pelecehan seksual terhadap santriwati sejak 2019.

Saat hendak dilakukan tahap II, kepolisian gagal menangkap pelaku. Bahkan ayahnya, yang merupakan kiai berpengaruh di Jombang, meminta kasus anaknya disetop.

Pelaku sempat mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Surabaya, tetapi permohonan tersebut ditolak majelis hakim pada Desember 2021 karena kekurangan dari pihak termohon. MSAT sebelumnya membantah melecehkan santriwati ponpes dan menyatakan dirinya difitnah.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini