Share

Draft Terbaru RUU KUHP Berisi 632 Pasal

Carlos Roy Fajarta, · Rabu 06 Juli 2022 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 06 337 2624682 draft-terbaru-ruu-kuhp-berisi-632-pasal-d3y1qlCkFY.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) RI, Edward Omar Sharif Hiariej mengungkapkan ada 632 pasal dam draft terbaru Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RUU KUHP).

Draft terbaru RUU KUHP tersebut kata Edward sudah diberikan ke Komisi III DPR pada Rabu (6/7/2022).

"Ada total 632 pasal dalam RUU KUHP," ujar Edward Omar Sharif Hiariej saat doorstop dengan awak media di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta.

Ia menuturkan setelah pemerintah dengan perwakilan Kemenkumham memberikan draft terbaru RUU KUHP kepada Komisi III DPR maka saat ini proses selanjutnya ada di tangan DPR RI.

"Meskipun sudah ada pengesahan tingkat satu RUU KUHP ini di 2019, dari pemerintah akan dikasih ke komisi III, kemudian akan disebar ke fraksi," kata Edward.

Penyelesaian terhadap 14 isu di RUU KUHP kata Edward ada di setiap fraksi yang ada di parlemen DPR RI.

"Tentunya akan ada proses penyelesaian terhadap 14 isu krusial. Dengan pandangan-pandangan fraksi," pungkas Edward.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, pemerintah dan DPR masih membuka ruang dialog untuk perbaikan terhadap 14 isu kontroversial yang ada di dalam RUU KUHP.

14 isu krusial dalam RUU KUHP tersebut adalah:

1. Hukum adat (Pasal 2)

2. Pidana mati (Pasal 11)

3. Penyerangan harkat dan martabat Presiden dan Wakil Presiden (Pasal 218)

4. Tindak pidana karena memiliki kekuatan gaib (Pasal 252)

5. Unggas dan ternak merusak kebun yang ditanami benih (Pasal 278 dan 279)

6. Penghinaan terhadap pengadilan (Pasal 281)

7. Penodaan agama (Pasal 304)

8. Penganiayaan hewan (Pasal 342)

9. Alat pencegah kehamilan dan pengguguran kandungan (Pasal 414-416)

10. Penggelandangan (Pasal 431)

11. Aborsi (Pasal 469-471)

12. Perzinahan (Pasal 417)

13. Kohabitasi Pasal 418)

14. Perkosaan (Pasal 479)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini