Share

KPK Usut Dugaan Penyelewengan Dana Koperasi di Jawa Barat

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 06 Juli 2022 09:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 06 337 2624418 kpk-usut-dugaan-penyelewengan-dana-koperasi-di-jawa-barat-hoQj9jPPak.jpg KPK tengah mengusut dugaan penyelewengan dana koperasi di Jabar. (Ilustrasi/Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut adanya dugaan penyelewengan dana koperasi di Jawa Barat (Jabar). KPK menduga ada penarikan dana di rekening Koperasi Pedagang Kaki Lima Panca Bhakti (Kopanti) Jabar untuk kepentingan pihak tertentu.

Dugaan penyelewengan dana koperasi tersebut didalami penyidik KPK lewat pemeriksaan terhadap 9 saksi pada Selasa, 5 Juli 2022. Sembilan saksi tersebut adalah pegawai negeri sipil (PNS) Pemprov Jabar, Jarot Hidayat Purwanto; Komisaris PT Indec Internusa, Setyo Semito; pensiunan PNS, Muchamad Rizal.

Kemudian, enam pihak wiraswasta, yaitu Tharmidzi; ME Novian; Sukandar; Tatang Setiawan; Siti Masriyah; serta Aisyah Handayani juga diperiksa. Para saksi didalami keterangannya soal penarikan dana di rekening Kopanti Jabar serta diklarifikasi oleh ahli dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Para sakai hadir diperiksa untuk keperluan klarifikasi oleh ahli dari BPKP. Di samping itu, dikonfirmasi masih mengenai penarikan dana pada rekening Kopanti untuk kepentingan oknum tertentu terkait perkara ini," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu, (6/7/2022).

Sementara itu, terdapat 2 saksi yang tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK terkait dugaan korupsi penyaluran dana bergulir fiktif oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) tahun 2012-2013 pada Selasa kemarin. Kedua saksi itu adalah Paramitha dan Sri Puji Astuti.

"Dua saksi atas nama Paramita WK dan Sri Puji Astuti, keduanya tidak hadir mengonfirmasi karena sakit. Akan dijadwal ulang," ucap Ali.

Sekadar informasi, KPK saat ini mengusut kasus baru terkait dugaan korupsi penyaluran fiktif dana bergulir oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) tahun 2012-2013. Penyaluran fiktif dana koperasi dan UMKM itu diduga terjadi di Jabar.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

KPK sudah masuk dalam proses penyidikan terkait pengusutan kasus tersebut. Sejalan dengan itu, KPK sudah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara ini. Namun, KPK masih belum merilis serta membeberkan secara detail siapa saja tersangka dalam perkara ini.

"Terkait siapa saja pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, uraian perbuatan tindak pidana korupsi hingga dugaan pasal yang disangkakan, saat ini belum dapat kami sampaikan," kata Ali.

KPK berjanji mengumumkan secara resmi para tersangka serta konstruksi terkait perkara ini. KPK bakal menggelar konferensi pers terkait perkara ini setelah adanya proses penangkapan dan penahanan terhadap para tersangka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini