Share

Benarkan Gaji Pimpinan Capai Rp250 Juta, Presiden ACT: Tidak Berlaku Permanen

Bachtiar Rojab, MNC Media · Senin 04 Juli 2022 19:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 337 2623535 benarkan-gaji-pimpinan-capai-rp250-juta-presiden-act-tidak-berlaku-permanen-tUFiQO22vQ.jpg ACT saat mengklarifikasi dugaan penyelewengan dana/ Foto: Bachtiar Rojab

JAKARTA - Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Khajar buka-bukaan terkait gaji Pimpinan ACT yang dinilai fantastis. Menurut Ibnu, meski benar, gaji tersebut tidaklah berlaku permanen, melainkan hanya beberapa kali saja.

 BACA JUGA:Batasi Pengunjung Tebet Eco Park, Pemprov DKI: Kapasitas Weekday 8 Ribu dan Weekend 10-16 Ribu

Ibnu mengatakan, dirinya membenarkan terkait beredarnya pendapatan Presiden ACT sebesar Rp 250 juta. Namun, hal itu hanya berlaku di 2021 awal dan tidak berlanjut.

"Jadi kalau pertanyaannya apa sempat diberlakukan kami sempat memberlakukan di Januari 2021 tapi tidak berlaku permanen," ujar Ibnu dalam jumpa pers, di Kantor ACT, Jakarta Selatan, Senin (4/7/2022).

Lebih lanjut, Ibnu menuturkan, adanya pemberlakuan dana tersebut sempat diberlakukan pada Januari 2021, namun hal tersebut tidak berlaku secara permanen. Ini dikarenakan filantropi ACT tengah dalam keadaan tidak stabil.

 BACA JUGA:Jakarta Jadi Kota Paling Macet Asia, Kerugian Ekonominya Sampai Rp65 Triliun

"Teman-teman merasakan terjadi pergantian komposisi, kami memilah dua hal apakah kami akan mengurangi karyawan waktu itu atau mengalokasi dana pada karyawan. Akhirnya kami memilih agar mengurangi beberapa gaji karyawan," jelasnya.

"Sampai mungkin temen-teman sempat dengar September 2021 soal kondisi filantropi menurun secara signifikan sehingga kami minta seluruh karyawan untuk berlapang dada mengurangi gaji karyawan," sambung Ibnu menambahkan.

Ibnu mengklaim bahwa pendapatannya saat ini tidak lebih dari Rp 100 juta per bulannya. "Di pimpinan presidium, yang diterima tidak lebih dari Rp 100 juta," ucapnya.

 BACA JUGA:Bakamla RI Dua Tahun Berturut-Turut Dapat Opini WTP

Sebelumnya, Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Khajar, turut melontarkan permintaan maaf usai lembaga amal tersebut, dihebohkan oleh adanya gonjang-gonjang di media sosial terkait adanya penyelewengan dana.

Ibnu mengatakan, Ia melantunkan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada publik usai menuai polemik di jagat maya. Menurutnya, permintaan maaf tersebut bentuk dari sikap ACT akibat menganggu kenyamanan masyarakat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini