Share

Gunakan Mobil Pajero hingga Alphard, Presiden ACT Sebut Inventaris dan Sudah Dijual

Bachtiar Rojab, MNC Media · Senin 04 Juli 2022 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 337 2623520 gunakan-mobil-pajero-hingga-alphard-presiden-act-sebut-inventaris-dan-sudah-dijual-xyx2q6ln6u.jpg ACT saat mengklarifikasi dugaan penyelewengan dana/ Foto: Bachtiar Rojab

JAKARTA - Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Khajar membenarkan adanya mobil mewah seperti Alphard dan juga Pajero Sport yang tengah heboh diperbincangkan. Menurutnya, penggunaan mobil tersebut bukanlah milik pribadi, melainkan inventaris perusahaan.

Ibnu mengatakan, adanya mobil mewah yang heboh digunakan pihak ACT merupakan pembelian sebagai bentuk inventaris lembaga. Adapun pembeliannya, digunakan untuk tugas dan program kelembagaan.

 BACA JUGA:Ngaku-ngaku TNI dan Sekuriti, Maling Motor di Musi Banyuasin Diciduk Polisi

"Kendaraan mewah dibeli tidak untuk permanen, hanya untuk tugas ketika dibutuhkan, untuk menunaikan program. Jadi semacam invetaris, bukan menetap di satu orang," ujar Ibnu dalam jumpa pers di kantor ACT, Jakarta Selatan, Senin (4/7/2022).

Ibnu menambahkan, kendaraan mewah itu digunakan untuk beberapa hal, seperti memuliakan para tamu hingga masuk ke daerah-daerah tertentu saat melaksanakan program.

 BACA JUGA:Breaking News! PPATK Sebut Dana Umat ACT Diselewengkan untuk Pribadi dan Aktivitas Terlarang

"Sebelumnya diberitakan, tentang mobil Alphard. Ini dibeli lembaga untuk memuliakan tamu kami seperi ustaz, tamu yang datang dari bandara, digunakan untuk jemput mereka. Kendaraan ini lebih maksimal untuk membantu masyarakat," ungkap Ibnu.

"Termasuk untuk masuk ke daerah-daerah, untuk operasional tugas kami di lapangan," sambungnya.

Adapun, terkait mobil tersebut, Ibnu membeberkan, pihaknya telah menjual kendaraan mewah seperti Alphard, Pajero, hingga Honda CRV tersebut, serta dana penjualan yang terkumpul digunakan untuk melanjutkan program yang tertunda.

"Sejak 11 Januari, semua kendaraan sudah kami jual untuk menutupi kewajiban lembaga. Kemarin diberitakan (penggunaan mobil Alphard, Pajero, Honda CRV), tapi Juli awal sudah tidak ada kendaraannya karena kendaraan dijual awal Februari," jelasnya.

 BACA JUGA:3 Kambing Warga Bogor Dicuri, 1 Dipotong Pelaku di Kandang

"Karena ini sifatnya inventaris, jika lembaga butuh, ya dijual untuk dana program, ini semua diatur manajemen untuk beli inventaris dan kapan dijual," terangnya.

Seperti diketahui, Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Khajar, turut melontarkan permintaan maaf usai lembaga amal tersebut, dihebohkan oleh adanya gonjang-gonjang di media sosial terkait adanya penyelewengan dana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini