Share

Klarifikasi Terkait Penyelewengan Dana, ACT: Kami Hanya Ambil 13,7 Persen

Bachtiar Rojab, MNC Media · Senin 04 Juli 2022 18:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 337 2623490 klarifikasi-terkait-penyelewengan-dana-act-kami-hanya-ambil-13-7-persen-j4ys1BOcno.jpg ACT saat mengklarifikasi dugaan penyelewengan dana/ Foto: Bachtiar Rojab

JAKARTA - Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Khajar mengklaim pihaknya tidak sewenang-wenang mengambil dana infak sodaqoh yang telah diamanahi oleh masyarakat. Menurutnya, dana yang diambil ACT adalah sebesar 13,7 persen dan telah sesuai syariat.

Ibnu mencatat, berkaca pada tahun 2020 badan amal ACT telah mengumpulkan uang sebanyak Rp519 miliar dari masyarakat. Sehingga, pengambilan dana operasional sebanyak 13,7 persen sama sekali tidak menyalahi aturan.

 BACA JUGA:Partai Perindo Adakan Sosialisasi Bacaleg untuk Pemilu 2024

"Dana yang kami himpun dan operasional lembaga, kami ingin sampaikan di 2020 dana kami 519 miliar. 2005-2020 ada di web ACT, kami sampaikan untuk operasional gaji pegawai dari 2017-2021 rata-rata yang kami ambil 13,7 persen," ujar Ibnu dalam jumpa pers di kantor ACT, Jakarta Selatan, Senin (4/7/2022).

Lebih lanjut, Ibnu menuturkan, hal itu sudah sesuai syariat, di mana dalam islam, diperbolehkan mengambil dana operasional sebesar satu per delapan. Namun, jumlah 13,7 persen adalah bagian dari menghidupi seluruh cabang di 47 negara sehingga sedikit lebih banyak dari angka 12,5 persen.

 BACA JUGA:Sebanyak 7.539 Peserta Ikuti Seleksi Mandiri IPB University secara Online

"Dalam lembaga zakat, secara syariat dibolehkan 1/8 atau 12,5 persen ini patokan kami secara umum, tidak ada secara khusus untuk operasional lembaga," ucap Ibnu.

"ACT bagaimana bisa mengambil 13,7 persen, sebagai Amil Zakat 12,5 persen, kenapa lebih? ACT bukan lembaga zakat, tapi filantropi umum dari mayarakat, CSR, sedekah umum atau infaq, dan alokasi dana zakat," sambungnya.

Seperti diketahui, Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Khajar, turut melontarkan permintaan maaf usai lembaga amal tersebut, dihebohkan oleh adanya gonjang-gonjang di media sosial terkait adanya penyelewengan dana.

 BACA JUGA:Viral! Warga Keluhkan Bobroknya Pelayanan Disdukcapil Kota Bekasi

Ibnu mengatakan, ia mengungkapkan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada publik usai menuai polemik di jagat maya. Menurutnya, permintaan maaf tersebut bentuk dari sikap ACT akibat menganggu kenyamanan masyarakat.

"Permohonan maaf yang luar biasa sebesar-besarnya kepada masyarakat mungkin masyarakat kurang nyaman terhadap pemberitaan," ujar Ibnu dalam konferensi pers.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini