Share

Komisi IX DPR Belum Temukan Galon Isi Ulang Mengandung Zat Berbahaya

Andika Shaputra, Okezone · Senin 04 Juli 2022 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 337 2623421 komisi-ix-dpr-belum-temukan-galon-isi-ulang-mengandung-zat-berbahaya-o7QWoRNSVE.jpg Ilustrasi okezone

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Aryani, meminta masyarakat lebih cermat soal isu bahwa air galon guna ulang membahayakan kesehatan. Menurutnya, Komisi IX belum pernah mendengar keluhan mengenai tersebut dari pihak manapun.

(Baca juga: Heboh Wacana PPKM Darurat, Komisi IX DPR Usul Opsi Lockdown)

“Kata siapa itu? Yang hembuskan siapa dan dimana lokasi yang diduga?” katanya mempertanyakan soal kebenaran isu tersebut, dikutip Senin (4/7/2022).

Oleh karena itu, politikus PDIP itu meminta semua pihak agar lebih teliti soal informasi tersebut dan harus mengetahui lebih jelas sumbernya dari mana sehingga bisa mengatakan air galon guna ulang itu berbahaya untuk kesehatan. “Sampai saat ini Komisi IX belum pernah mendengar ada isu itu,” tukasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin beberapa waktu lalu juga menegaskan bahwa air kemasan galon guna ulang aman untuk digunakan, baik oleh anak-anak dan ibu hamil.

Menurutnya, isu-isu seputar bahaya penggunaan air kemasan air guna ulang yang dihembuskan pihak-pihak tertentu adalah hoaks. “(air kemasan galon guna ulang) Aman. Itu (isu bahaya air kemasan galon guna ulang) hoaks,” katanya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) juga mengakui sama sekali belum pernah menerima pengaduan dari masyarakat mengenai adanya bahaya penggunaan air galon guna ulang. Pengaduan soal pangan yang diterima BPKN dan YLKI selama ini adalah yang terkait dengan kadaluarsa dan makanan yang rusak dalam kemasannya.

“Kalau untuk pengaduan khusus untuk wadahnya atau kemasannya, kami belum pernah menerima pengaduan dari konsumen hingga saat ini. Tapi kalau produknya, isinya, misalnya makanannya atau minumannya rusak, itu ada,” kata Koordinator Pengaduan dan Hukum YLKI, Sularsi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini