Share

4 Kasus Pembunuhan Bayi, Buang ke Kolam hingga Dibacok

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 05 Juli 2022 05:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 337 2623241 4-kasus-pembunuhan-bayi-buang-ke-kolam-hingga-dibacok-2tcSl1xtfa.jpg Berikut 4 kasus pembunuhan terhadap bayi. (Ilustrasi)

KASUS pembunuhan terhadap bayi terjadi dalam beberapa waktu belakangan. Berbagai faktor melatarbelakangi kasus ini. Mulai dari orangtua yang kesal karena sang anak rewel, hingga tetangga yang sakit hati kepada orangtua bayi.

Berikut adalah 4 kasus pembunuhan bayi yang berhasil dirangkum tim Litbang MPI pada Selasa (5/7/2022):

Surabaya, Jawa Timur

Entah apa yang ada di pikiran Eka Sari Yuni Hartini. Perempuan berusia 25 tahun asal Surabaya itu tega menganiaya bayinya, AD, yang masih berusia 5 bulan hingga tewas. Mirisnya, tersangka langsung pergi ke Yogyakarta untuk liburan.

Kasus pembunuhan ini terungkap setelah nenek korban, Eti Suharti, menemukan cucunya dalam keadaan tewas membusuk di kamar pada 23 Juni 2022. Namun, Eti baru melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian dua hari setelahnya.

Usai polisi datang dan melakukan olah TKP, tersangka diduga telah melempar korban ke tempat tidur dan memukul menggunakan tangannya. Tersangka sampai hati membunuh anaknya sendiri lantaran tak tahan sang anak rewel. Eka akhirnya berhasil ditangkap di Gunungkidul, Yogyakarta, pada 25 Juni 2022 malam.

Banyumas, Jawa Tengah

RY, warga desa Cilongok, Banyumas tega membunuh bayi yang baru saja dilahirkannya. Ia membuang anaknya ke kolam ikan di belakang rumahnya pada 5 Februari 2022. Tak lama, polisi mendapat laporan adanya penemuan jasad bayi yang ditemukan di lokasi tersebut.

Olah TKP dan penyelidikan pun langsung dilakukan. Berdasarkan informasi yang didapat pihak kepolisian, ada seorang perempuan yang dirawat di RSUD Ajibarang usai melahirkan. Polisi langsung bergerak dan mendatangi kediaman tersangka, lalu membawanya ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Saat dimintai keterangan, tersangka mengaku awalnya merasakan mulas yang teramat sangat di bagian perut. Saat itu dirinya tengah hamil. Ia lantas pergi ke kolam ikan yang juga berfungsi sebagai tempat buang air besar (jamban) itu. Saat jongkok, RY merasakan kepala bayi keluar. RY kemudian menarik kepala anaknya dan menjatuhkannya ke kolam. Rupanya, RY sangat ketakutan lantaran anak tersebut adalah hasil hubungan gelap dengan pria lain.

Rokan Hulu, Riau

Seorang warga di Benuang Sakti, Rokan Hulu (Rohu), Riau membunuh bayi 7 bulan dengan menggunakan beberapa senjata tajam berupa kapak. Peristiwa yang terjadi pada 17 September 2021 itu berawal saat orangtua korban meminta air minum ke rumah tersangka. Keduanya diketahui merupakan tetangga.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Ketika meminta air itu, orangtua korban melontarkan perkataan yang membuat tersangka sakit hati hingga geram. Setelahnya, tersangka mengejar ibu korban sambil membawa kapak.

Namun, ibu korban berhasil melarikan diri melalui pintu belakang dan lolos dari kejaran RY. Sayangnya, tersangka menemukan korban yang tengah berada di ayunan dan langsung membunuh bayi itu dengan kapak. Tersangka juga membakar sepeda motor tetangganya tersebut. Akibat perbuatannya, tersangka diancam hukuman 15 tahun penjara.

Way Kanan, Lampung

Kasus pembunuhan bayi lainnya terjadi di Way Kanan, Lampung, 9 Agustus 2020. Pria berinisial KW berusia 20 tahun membunuh anaknya sendiri yang masih berumur 40 hari karena kesal kepada istrinya.

Hal itu karena sang istri menolak ajakan korban untuk melakukan hubungan badan. Kejadian ini sangat menggemparkan tetangga sekitar keluarga tersangka. Sebab, tersangka dikenal sebagai pribadi yang sangat baik dan ramah.

Akar permasalahan bermula saat ES, istri KW, menegur suaminya yang menciumi korban sembari merokok di tempat tidur. Setelah itu, ketika ES sedang membersihkan ikan, ia terkejut mendengar bayinya menangis karena dicekik tersangka.

Setelah ES berhasil merebut bayinya, tersangka meminta ES untuk melayaninya. Namun ES menolak lantaran masih dalam masa nifas. Karena kesal, tersangka memukul anaknya yang masih ada di gendongan ES hingga tewas. Karena perbuatannya, tersangka diancam hukuman 15 tahun penjara. (diolah dari berbagai sumber/Litbang MPI/Ajeng Wirachmi)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini