Share

Ketika Jenderal Benny Moerdani Perintahkan Prabowo dan Luhut Pandjaitan Sekolah ke Jerman

Tim Okezone, Okezone · Senin 04 Juli 2022 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 337 2623207 ketika-jenderal-benny-moerdani-perintahkan-prabowo-dan-luhut-pandjaitan-sekolah-ke-jerman-e9wCmY1zNh.jpg Benny Moerdani. (Foto: Repro buku "Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando"))

JAKARTA - Peran Jenderal Benny Moerdani di karier militer Prabowo Subianto dan Luhut Pandjaitan sangat besar. Salah satunya adalah ketika kedua tokoh nasional itu diminta Benny untuk sekolah ke Jerman.

Hal ini bermula ketika Prabowo yang masih berpangkat kapten, sementara Luhut baru kembali dari Operasi Nanggala 5 di Timor Timur.

Singkat cerita, Luhut kemudian diangkat menjadi kepala seksi 2 operasi dan Prabowo sebagai wakilnya. Keduanya saat itu langsung dikirim oleh sekolah Special Forces ke Amerika Serikat (AS).

"Pada 1981, sejak kembali dari Amerika, saya bersama Pak Luhut dipanggil oleh Pak Benny Moerdani. Kami diperintahkan untuk sekolah ke Jerman, sekolah antiteror GSG9,” tulis Prabowo dikutip dari buku “Kepemimpinan Militer: catatan dari pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto“.

“Setelah sekolah itu, kami diperintahkan membentuk pasukan antiteror yang kemudian diberi nama Detasemen 81 karena dibentuk pada 1981,” ujar Prabowo

Tak lama kemudian, Detasemen 81 berhasil dalam operasi pembebasan sandera di Woyla. “Ini adalah salah satu peristiwa pembebasan sandera yang paling terkenal di dunia pada saat itu,” kenang Prabowo.

Saat membentuk dan melatih pasukan antiteror Indonesia, Prabowo menyebut Luhut banyak memberikan masukan terutama untuk menyusun rencana latihan dan administrasi pembangunan.

Bahkan, Prabowo muda saat itu sudah diberikan tanggung jawab untuk pembangunan pangkalan maupun pengorganisaskan. Prabowo mengatakan hubungannya dengan Luhut sangat baik.

"Tapi memang benar, karena kadang sifat kami berdua yang sama-sama Alpha akhirnya juga sering terjadi percikan-percikan. Gaya kepemimpinan dan kepribadian kami sama-sama keras,” jelasnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Prabowo mengaku belajar banyak dari sosok Luhut.

Setelah kebersamaan yang cukup melekat, keduanya kemudian berpisah. Luhut melanjutkan Sekolah Staf dan Komandi ABRI, sementara Prabowo menjalani Kursus Lanjutan Perwira.

"Kami berpisah dan jarang lagi bertugas bersama, tetapi kami saling menghormati walaupun kadang-kadang perbedaan pandangan tapi di ujungnya kita selalu bersatu untuk kepentingan merah putih,” ungkap Prabowo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini