Share

Puncak Kasus Covid-19 Varian BA.4 dan BA.5? Menkes: Masih Ada 1 Minggu ke Depan

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 04 Juli 2022 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 337 2623189 puncak-kasus-covid-19-varian-ba-4-dan-ba-5-menkes-masih-ada-1-minggu-ke-depan-bGKBo8NME7.jpg Menkes RI, Budi Gunadi (foto: dok MNC Portal)

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan puncak kasus dari varian baru BA.4 dan BA.5 biasanya terjadi sekitar 30 hari sampai 40 hari sejak ditemukan kasusnya.

Menkes mengatakan hal ini sesuai dengan pengamatan kasus di luar negeri. “Untuk Indonesia sendiri, kita mengamati bahwa Indonesia itu tidak naik-naik. Jadi ada pertanyaan tadi, sudah di mana kasus Indonesia? Kami mengamati kalau kasus di luar negeri itu dalam 30 hari sampai 40 hari sejak kasus ditemukan itu puncaknya tercapai,” katanya saat Konferensi Pers secara virtual, Senin (4/7/2022).

“Nah, Indonesia ini sudah sekitar 30 hari, jadi kita mungkin masih ada waktu satu minggu kedepan. Kalau kita bandingkan dengan negara lain, seharusnya puncaknya sudah tercapai,” kata Menkes

 BACA JUGA:Kasus Covid-19 di Jakarta 100% Varian BA.4 dan BA.5

Bahkan, kata Menkes, data yang pihaknya miliki saat ini adalah menunjukkan ke arah puncak kasus akibat varian BA.4 dan BA.5. “Data yang kami miliki menunjang memang ke hal tersebut. Biasanya puncak tercapai kalau dominasi satu varian itu sudah tinggi,” sambungnya.

Apalagi, Menkes mengatakan kasus Covid-19 di Indonesia saat ini telah didominasi oleh varian BA.4 dan BA.5. “Di Indonesia BA.4 BA.5 sudah lebih dari 80% dari varian yang kita genome sequence. Bahkan untuk di DKI Jakarta sudah 100% itu adalah varian BA.4 BA.5,” tuturnya.

 BACA JUGA:Menkes: 81% Kasus Covid-19 di Indonesia Merupakan Varian BA.4 dan BA.5

Meski begitu, kata Menkes, jika dilihat di negara-negara lain dan juga di Indonesia pada puncak-puncak kasus sebelumnya, saat dominasi Delta itu sudah hampir 100% dari populasi virusnya itu mulai terjadi penurunan.

“Demikian juga pada saat Omicron itu sudah hampir 100% dari yang kita genome sequence itu adalah Omicron mulai terjadi penurunan. Jadi sekarang kita juga melihat walaupun kasus yang naik tapi pelandaian mulai terjadi baik di Jakarta maupun di Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini