Share

4 Kasus Pembakaran Bikin Heboh, dari Mahasiswa Dibakar hingga Rumah

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Senin 04 Juli 2022 05:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 03 337 2622742 4-kasus-pembakaran-bikin-heboh-dari-mahasiswa-dibakar-hingga-rumah-uDqGjV8LuB.jpg Ilustrasi (Foto : Reuters)

KASUS pembakaran kerap kali terjadi. Kasus pembakaran tidak hanya membakar rumah namun ada yang membakar seorang mahasiswa. Para pelaku melakukan aksi ini karena beberapa motif. Mulai dari sakit hati hingga kasus sengketa tanah. Berikut pelaku kasus pembakaran.

1. Kasus Pembakaran Mahasiswa

Tiga pelaku pembakaran mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta, Dimas Toti Putra sudah tertangkap. MZH merupakan pelaku terakhir yang menyerahkan diri ke Polsek Mergangsan yang diantar oleh keluarganya.

Sebelumnya, polisi telah menangkap JRI dan ANH. Diketahui, kasus pembakaran Dimas Tito Putra (21), warga Kelurahan Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta terjadi pada 23 Maret 2022.

Korban sempat terlibat adu mulut dengan salah satu pelaku lantaran masalah knalpot. Karena pelaku emosi, ia menyiram korban dengan bensin dan dibakar dengan korek api. Kasus pembakaran ini dilaporkan ke Polsek Mergangsan.

Sementara korban dirawat di RSUP Dr Sardjito dari 23 Maret 2022 serta telah menjalani operasi dua kali.

2. Kasus Pembakaran Traktor

Dua orang preman pelaku pembakaran empat unit traktor di Indramayu, Jawa Barat berhasil ditangkap aparat kepolisian. Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif mengatakan, pelaku yang diamankan berinisial DS (29) yang ditangkap di Indramayu pada 14 Mei 2022 serta KM (39) yang ditangkap di Batam pada 27 Mei 2022.

Menurut AKBP M Lukman Syarif, kasus pembakaran empat unit traktor terjadi pada 5 Mei 2022 sekitar pukul 02.45 dini hari. Pembakaran traktor ini dilakukan di pekarangan rumah korban Cecep Supriyadi, di Desa Amis, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu.

Motif dari pembakaran traktor ini adalah pelaku mempunyai usaha ilegal dengan menyewakan beberapa bidang tanah yang bukan miliknya. Para pembajak lahan dikenakan tarif Rp100.000 per hektare. Dari bisnis ilegal ini, pelaku mendapat keuntungan.

Dulu, korban diminta untuk setor kepada pelaku. Karena korban tidak mau setor lagi kepada pelaku, akhirnya traktor korban dibakar. Pelaku membawa jerigen berisi solar dan kemudian disiram ke traktor lalu dibakar.

3. Kasus Pembakaran Sekolah

Kasus pembakaran sekolah di Kabupaten Garut terungkap. Diketahui, pelaku berinisial MA (53) yang merupakan mantan guru di sekolah tersebut. Peristiwa pembakaran sekolah terjadi pada 14 Januari 2022 pukul 11.00 WIB. Api menghanguskan ruang laboratorium dan ruang perpustakaan SMKN 1 Cikelet, Kabupaten Garut.

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Dede Sopandi mengatakan bahwa motif pembakaran sekolah ini didasari oleh sakit hati. MA nekat melakukan aksi tersebut karena honornya sebagai guru selama 1996-1998 tidak dibayar.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Sebelum melakukan aksi pembakaran, MA sempat menagih uang honor sebagai guru. Namun pihak sekolah belum memberikan uang honornya.

4. Kasus Pembakaran Rumah

Kasus pembakaran rumah di Banjar Dinas Batu Gambir, Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali terus berkembang. Saat ini, polisi telah menetapkan 7 orang tersangka, I Nyoman S (38), Wayan J (57), I Ketut S (33), I Wayan S (30), I Nyoman K (71), I Komang S (43), dan Wayan P (21).

Sebelumnya, aksi kerja bakti di Desa Julah berujung pada pembakaran rumah, pada 9 Juni 2022. Sejumlah oknum melempar serta membakar rumah Syahrudin (26) warga Banjar Dinas Batu Gambir. Sebuah kandang sapi pun ikut dirusak.

Diduga, aksi pembakaran ini terjadi karena sengketa kepemilikan lahan antara Wayan Darsana dan I Made Sidia dengan Desa Adat Julah.

Gugatan kepemilikan lahan ini sudah dilayangkan pada September 2020. Kedua belah pihak mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung namun gugatan kandas. Saat ini mereka tengah mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini