Share

Usai 30 Hari Berlayar, KRI Dewaruci Tuntaskan Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022

Bachtiar Rojab, MNC Media · Minggu 03 Juli 2022 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 03 337 2622673 usai-30-hari-berlayar-kri-dewaruci-tuntaskan-muhibah-budaya-jalur-rempah-2022-7EUVwr0CoK.jpg KRI Dewaruci setelah berlayar 30 hari/ Foto: Bachtiar Rojab

JAKARTA - Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci berhasil menyelesaikan Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022. Keberhasilan terebut, usai KRI genap 30 hari mengarungi jalur rempah di Nusantara.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, turut mengapresiasi laskar rempah karena tengah menghidupkan kembali kenangan nenek moyang yang sudah mengarungi luasnya samudera nusantara.

 BACA JUGA:Jelang Libur Idul Adha 1443 H, Ini 4 Aturan Mobilitas dan Aktivitas Masyarakat

“Kami mengapresiasi apa yang dilakukan Laskar Rempah dengan menghidupkan kembali jalur rempah Nusantara lewat perjalanan ini. Ini memberikan pelajaran pada generasi muda akan hebatnya nenek moyang kita dahulu dalam menelusuri jalur rempah," ujar Muhadjir dalam keterangannya, Sabtu (2/7/2022).

Lebih lanjut, Muhadjir berharap apa yang didapatkan Laskar Rempah selama perjalanan, akan menjadi penghayatan penuh bagi mereka dan dapat dijadikan modal membangun masa depan.

“Mereka merupakan bagian dari laskar jalur rempah ini. Masa depan Indonesia ini ada di tangan mereka nantinya," ucap Muhadjir.

 BACA JUGA:Polisi India Tangkap Dalang Pemenggalan Penjahit Pendukung Penghina Nabi Muhammad

Muhadjir menambahkan, Jalur Rempah memiliki peran yang sangat penting baik bagi dunia maupun bagi Indonesia. Pasalnya, jalur tersebut dapat menciptakan simpul-simpul keindonesiaan antar wilayah di Nusantara dan menjadikan Indonesia sebagai wilayah strategis dalam perdagangan dunia.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

“Kita tahu kalau China itu memiliki jalur sutra, Indonesia memiliki namanya jalur rempah. Kedua jalur itu bisa dimanfaatkan untuk menghubungkan dan mendistribusikan produk unggulan masing-masing,” jelasnya.

 BACA JUGA:Spesialis Pencuri Rumah Kosong Beraksi di Cengkareng, Kerugian Korban Capai Rp400 Juta

Untuk itu, Muhadjir berharap, kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah ini dapat diteruskan pada tahun-tahun mendatang dan dapat dijadikan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

“Ini adalah wadah pertemuan para pelaku budaya lintas daerah sebagai sarana diplomasi dan kampanye untuk mengangkat semangat kejayaan rempah Indonesia,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini