Share

Muda Aktivis, Sederet Nama yang Berjuang Menyuarakan Isu Lingkungan

Nanda Aria, Okezone · Sabtu 02 Juli 2022 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 337 2622029 muda-aktivis-sederet-nama-yang-berjuang-menyuarakan-isu-lingkungan-etM9eww40L.JPG Greta Thunberg/ Foto: DW

JAKARTA - Anak-anak muda mengambil peran lebih belakangan ini dalam isu global, mulai dari perubahan iklim, perbudakan anak, hingga ancaman perang nuklir. Suara mereka menggugat dominasi mapan kaum tua dan penguasa.

Nama-nama beken seperti Greta Thunberg hingga Malala Yousafzai menghiasi berbagai pertemuan internasional yang merespons berbagai isu global.

 BACA JUGA:Cegah Polarisasi Pemilu 2024, Polri Bentuk Satgas Nusantara

Siapa mereka dan bagaiaman kiprahnya mendorong perubahan yang lebih baik bagi lingkungan dan planet ini, simak ulasan berikut.

1. Greta Thunberg

Greta adalah aktivis lingkungan yang paling populer dewasa ini. Aksi demonstrasi tunggal yang dilakukannya di hari Jumat di depan Gedung Parlemen Swedia, pada tahun 2018 menyedot perhatian publik.

Dia baru berusia 15 tahun saat itu. Aksi tersebut dia lakukan untuk menyuarakan pesan agar otoritas terkait lebih peduli terhadap perubahan iklaim yang sedang terjadi. Aksi ini dilakukan Greta setiap Jumat dengan membolos sekolah.

Belakangan, aksi ini memantik gerakan yang lebih luas di seluruh dunia untuk menyuarakan kegelisahan terkait perubahan iklim dan isu global lainnya. Gerakan ini dinamai 'Fridays for Future'.

2. Severn Cullis Suzuki

Pendahulu Greta, juga menyuarakan hal yang sama pada 1992. Ia adalah Severn Cullis Suzuki. Pada saat Konferensi Tingkat Tinggi Bumi di Rio de Janeiro, dia mendesak para pemimpin dunia untuk berubah.

 BACA JUGA:Ingin Jadi SEO? Kenali Dulu Pengertian dan Hal yang Perlu Dipelajari!

Pidatonya pada KTT tersebut bahkan sempat membungkam delegasi PBB selama enam menit. Pada saat membacakan pidato terkait lingkungan dan perubahan iklim tersebut usianya baru menginjak 12 tahun.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

3. Xiuhtezcatl Roske-Martines

Dilansir dari DW, Xiuhtezcatl merupakan aktivis lingkungan dan Direktur organisasi Earth Guardians asal Amerika Serikat. Saat berusia 15 tahun dia telah memukau delegasi PBB dengan ceramahnya terkait lingkungan.

 BACA JUGA:Resep Tempe Jeletot untuk Camilan Akhir Pekan, Dijamin Maknyus!

Di samping itu, dia pun merupakan seorang musisi dan pencipta lagu. Pada 2015 lagu ciptaannya "Speak for the Trees" dipilih jadi lagu Konferensi Perubahan Iklim PBB.

4. Melati dan Isabella Wijsen

Jauh sebelum Greta populer dengan gerakannya, di Bali, dua kakak beradik memulai gerakan untuk penyelamatan lingkungan dengan kampanye pengurangan penggunaan plastik di medio 2013.

Dua wanita ini memulai gerakan "Bye Bye Plastic Bag". Kegelisahan Melati dan Isabella bermula ketika dia melihat banyaknya sampah plastik yang tertinggal di pantai.

Khawatir lingkungannya menjadi kumuh, mereka pun memulai kampanye pengurangan penggunaan plastik di tengah hiruk-pikuk wisatawan di Bali.

 BACA JUGA:6 Gebrakan Tjahjo Kumolo, dari Reformasi Birokrasi hingga Kesejahteraan Tenaga Honorer

5. Malala Yousafzai

Malala menjadi wanita termuda yang berhasil meraih penghargaan tertinggi di bidang kemanusiaan. Malala diganjar dengan hadiah Nobel perdamaian pada 2014, di usia 17 tahun.

Malala adalah seorang aktivis HAM berkebangsaan Pakistan. Ia menentang Taliban di Pakistan dan menuntut agar wanita diizinkan untuk menerima pendidikan. Atas aksinya ini ia pun pernah ditembak oleh pria bersenjata di Pakistan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini