Share

Wapres Ma'ruf Amin Harap Pemuda Jadi Ujung Tombak Perawat Kebhinekaan

Tim Okezone, Okezone · Kamis 30 Juni 2022 18:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 337 2621317 wapres-ma-ruf-amin-harap-pemuda-jadi-ujung-tombak-perawat-kebhinekaan-9J6k90RQcN.jpg Wapres Ma'ruf Amin. (Foto: BPMI Setwapres)

MATARAM - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin mengatakan, kemajemukan bagi bangsa Indonesia, merupakan sebuah realitas yang disadari betul oleh para pendahulu dan pendiri dalam menegakkan kemerdekaan. Para founding fathers bangsa ini tidak hanya berjuang demi kepentingan kelompok. Untuk itu, para pemuda harus menjadi ujung tombak dalam merawat kebhinekaan.

"Tak ada satu pun pihak yang dapat menyangkal besarnya peran dan kontribusi seluruh golongan suku maupun agama dalam perjuangan kemerdekaan," ungkap Ma’ruf Amin ketika meresmikan Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) XV Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) di Ballroom Hotel Prime Park, Mataram, Kamis (30/06/2022).

Oleh karena itu, lanjut Wapres, lahirlah Pancasila sebagai hasil kesepakatan luhur segenap elemen bangsa, sekaligus titik temu dari segala perbedaan suku, ras, dan agama.

"Pancasila sebagai dasar negara dapat menyatukan kebinekaan," tegasnya.

Lebih jauh, Wapres menerangkan bahwa Pancasila adalah filter bagi paham-paham dan nilai-nilai dari bangsa lain. Oleh sebab itu, pemahaman atas falsafah Pancasila perlu ditanamkan dengan kuat kepada para pemuda kita agar mampu menyaring paham-paham negatif yang dapat merusak nilai dan tatanan bangsa Indonesia yang luhur.

Baca juga: Perbedaan Hari Idul Adha 1443 H, Wapres: Masyarakat Kita Sudah Dewasa dan Legowo

"Sebagai warga dunia, kita merasakan bersama bagaimana arus informasi dan teknologi berkembang sangat pesat. Budaya-budaya baru pun masuk dengan mudah dan dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan kita," ucapnya.

Selain pengaruh budaya, Wapres juga mengingatkan mengenai banyaknya pemikiran, ajaran, dan nilai-nilai asing yang kini semakin sulit dibendung akibat arus informasi dan teknologi berkembang sangat cepat.

"Tentu kemajuan dunia modern boleh dinikmati, hanya saja generasi muda perlu membangun kewaspadaan agar tidak larut dan lupa jati diri. Jangan sampai nasionalisme terkikis oleh hal-hal yang bukan mencerminkan identitas bangsa Indonesia," pesannya.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Menutup sambutannya, Wapres meminta para pemuda sebagai pewaris dan perawat kebinekaan agar terus memperkuat dasar, memperkokoh fondasi diri sebagai satu bangsa dan satu negara.

"Pemuda yang tangguh bukan yang mampu menguasai yang lain, melainkan yang mampu merawat persatuan dan kesatuan sehingga bangsa ini dapat hidup dalam kedamaian dan kerukunan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini