Share

Miris, Pria Ini Jadi Terdakwa Usai Membela Putri Tercintanya Dilecehkan

Dzulfikar Ash, iNews · Kamis 30 Juni 2022 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 337 2621161 miris-pria-ini-jadi-terdakwa-usai-membela-putri-tercintanya-dilecehkan-ibIRFyCZDp.jpg Illustrasi (foto: freepick)

SAMARINDA - Seorang pria bernama Agus Sudgandha Damanik (43), terpaksa harus menelan pil pahit usai ditetapkan menjadi terdakwa penganiayaan, terhadap seorang pria yang telah melecehkan putrinya.

Sidang perdana yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda pada Rabu 29 Juni 2022, Ketua Majelis Hakim Yulius Christian Handratmo pun membacakan surat dakwaan berkas perkara bernomor 375/Pid.B/2022 PN Smr kepada Agus Sudgandha.

Dalam surat dakwaannya disebutkan, bahwa Agus Sudgandha telah melakukan tindak penganiayaan terhadap seorang pria berinisial AS (40) yang telah melecehkan putrinya, pada Kamis 15 Juli 2021 lalu sekitar pukul 15.00 WIB.

 BACA JUGA:Modus Tagih Utang, 3 Pria Pelaku Pencabulan di Pademangan Ditangkap

Sang Ayah geram atas perbuatan AS kepada anak gadisnya, Agus pun lantas melayangkan tamparan sebanyak dua kali ke arah wajah AS, serta mendaratkan pukulan sebanyak enam kali ke arah rahang dan telinga AS.

"Bahwa awalnya terdakwa pulang setelah melakukan ibadah sholat isya, kemudian terdakwa melihat anaknya yang menangis dan setelah ditanyakan alasannya anaknya tersebut mengaku telah dicium oleh AS, mendengar hal tersebut terdakwa langsung emosi dan mendatangi rumah AS," ungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ary Sepdiandoko membacakan surat dakwaan.

 BACA JUGA:Ini Tampang Pelaku Pencabulan Anak Berkebutuhan Khusus di Jakbar

Setelah mendapatkan penganiayaan dari Agus Sudgandha yang emosi lantaran anaknya telah dilecehkan, ironinya AS malah melaporkan perbuatan terdakwa kepada pihak kepolisian.

"Berdasarkan hasil Visum Et Repertum Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda tertanggal 13 Agustus 2021, diketahui pada tanggal 16 Juli 2021 telah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi AS dengan kesimpulan berdasarkan pemeriksaan ditemukan luka memar pada bagian belakang telinga kiri, luka lecet di daerah bibir bagian atas dan bawah kanan, luka memar dan luka lecet pada bagian dalam mulut daerah kanan atas," ucap JPU Y Ary Sepdiandoko.

 BACA JUGA:Tersangka Kasus Pencabulan Tewas Tergantung di Kantor Polisi

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

"Luka diatas tidak menyebabkan kematian dan tidak menyebabkan halangan dalam menjalankan pekerjaan sehari hari," sambung JPU membacakan berkas perkara bernomor 375/Pid.B/2022 PN Smr itu.

Atas perbuatannya itu, Agus Sudgandha pun akhirnya terjerat dan diancam pidana sebagaimana yang diatur dalam Pasal 351 KUHPidana ayat 1 Undang-Undang Hukum Pidana.

Setelah membacakan surat dakwaan tersebut, Ketua Majelis Hakim pun kembali menanyakan kepada terdakwa terkait surat dakwaan dengan berkas perkara bernomor 375/Pid.B/2022 PN Smr itu.

 BACA JUGA:Bejat! Oknum Satpol PP Cabuli Dua Anak di Bawah Umur

"Terdakwa mengerti dengan surat dakwaan yang telah dibacakan tadi?," tanya Ketua Majelis Hakim.

"Mengerti yang mulia hakim," jawab Agus Sudgandha.

 BACA JUGA:Modus Cek Keperawanan, Pengasuh Ponpes di Banyuwangi Cabuli 6 Santriwati

Karena dianggap mengerti dengan surat dakwaan yang dibacakan oleh JPU, Ketua Majelis Hakim pun kemudian memutuskan Agus Sudgandha yang sebelumnya merupakan tahanan kota menjadi tahanan Rutan Kelas IIA Samarinda, dan selanjutnya akan diagendakan dalam sidang pemeriksaan lima orang saksi, pada Rabu 6 Juni 2022 mendatang.

"Jika terdakwa telah paham dengan surat dakwaan yang telah dibacakan, maka selanjutnya akan digelar sidang agenda pemeriksaan saksi pada tanggal 6 Juli 2022," tegasnya.

Meski begitu, Penasihat Hukum terdakwa, Bambang Edi Dharma meminta kepada Ketua Majelis Hakim agar Agus Sudgandha tidak ditahan di Rutan Samarinda.

"Kami meminta untuk memberikan pertimbangan agar terdakwa tidak ditahan dan menjadi tahanan kota saja, dikarenakan terdakwa merupakan tulang punggung keluarga dan putrinya masih kecil. Dan kami berjanji siap akan membawa terdakwa disetiap sidang yang akan digelar," sebut Bambang.

"Baik nanti akan kami pertimbangkan bersama anggota majelis hakim lainnya," kata Ketua Majelis Hakim menjawab permintaan Bambang.

Sidang pun diakhiri dengan tanda ketukan palu dari Ketua Majelis Hakim dan selanjutnya akan diagendakan pada sidang pemeriksaan saksi yang jatuh pada 6 Juli 2022 mendatang.

Untuk diketahui, penganiayaan tersebut berawal ketika gadis berusia 9 tahun yang merupakan anak dari Agus Sudgandha telah menjadi korban pelecehan seksual.

Setelah kejadian tersebut AS dilaporkan oleh Ayah korban ke Polresta Samarinda, namun AS yang menjadi pelaku pencabulan tersebut lapor balik perbuatan Agus yang memukul AS.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini