Share

KPK Selisik Proses Penghitungan Nilai Emas Olahan PT Antam

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 30 Juni 2022 08:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 337 2620792 kpk-selisik-proses-penghitungan-nilai-emas-olahan-pt-antam-bg4mFUPrz4.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mengusut kasus dugaan korupsi terkait kerja sama pengolahan anoda logam antara PT Aneka Tambang (Antam) dengan PT Loco Montrado tahun 2017. Kali ini, KPK mulai menelisik proses penghitungan nilai emas hasil olahan PT Antam dengan PT Loco Montrado.

Proses penghitungan nilai emas tersebut ditelisik KPK lewat mantan Manufacture Product and Service Trading Senior Officer, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM) PT Aneka Tambang, Nursyahrini Dewi. Dewi diduga mengetahui proses penghitungan nilai emas hasil olahan PT Antam dengan PT Loco Montrado.

"Nursyahrini Dewi (Manufacture Product and Service Trading Senior Officer, UBPP LM PT ANEKA TAMBANG (November 2016 sampai 2018), hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan proses dilakukannya penghitungan nilai emas yang diolah PT AT Tbk (Aneka Tambang) dengan PT LM (Loco Montrado) tahun 2017," beber Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (30/6/2022).

Baca juga: KPK Akui Modus Baru Korupsi Jadi Tantangan Aparat Penegak Hukum

Sekadar informasi, KPK saat ini sedang mengusut kasus dugaan korupsi baru terkait kerja sama pengolahan anoda logam antara PT Aneka Tambang (Antam) dengan PT Loco Montrado tahun 2017. KPK sudah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus ini.

Baca juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Wali Kota Yogyakarta

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Sayangnya, KPK masih enggan menjelaskan secara spesifik siapa saja tersangka maupun konstruksi perkaranya. Sesuai kebijakan baru KPK, para tersangka serta konstruksi perkara akan diumumkan setelah adanya proses penangkapan dan penahanan.

Tim penyidik masih terus melengkapi dan mengumpulkan alat bukti tambahan lain dalam kasus ini. Salah satunya dengan memintai keterangan para saksi serta melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi daerah Jakarta, Banten, hingga Kalimantan Barat.

KPK meminta agar masyarakat turut memantau dan mengawasinya proses penyidikan perkara ini. KPK berjanji akan mengumumkan secara terang ke publik terkait perkembangan penanganan perkara korupsi pengolahan logam tersebut.

Baca juga: KPK Selisik Korupsi Dana Koperasi dan UMKM Lewat Eks Pejabat LPDB

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini